KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO NUSA TENGGARA TIMUR


KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO

NUSA TENGGARA TIMUR

 

ARTIKEL PENELITIAN

 

Diajukan Kepada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian

Persyaratan Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia

 



Disusun Oleh:

STEFANUS EVAN

NIT : 202312014

 

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN LOGISTIK

AKADEMI PELAYARAN NASIONAL

SURAKARTA

2023


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi Kesehatan serta melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel penelitian tentang “KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO NUSA TENGGARA TIMUR” dengan lancar tanpa ada halangan apapun.

Sebelumnya, penulis akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama penulis STEFANUS EVAN  yang lahir di Manggarai pada tanggal 19 Maret 2005. Penulis berasal dari daerah Manggarai Barat, Nusa tenggara Timur. Penulis merupakan seorang Taruna tingkat I dari Akademi Pelayaran Nasional Surakarta dengan NIT 202312014 dan penulis mengambil program Studi Manajemen Logistik.

Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu yang pertama guna memenuhi sebagian persyaratan akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia dan untuk mempromosikan pulau komodo di labuan bajo. Penyusunan artikel penelitian ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung saat berkunjung ke pulau komodo di Labuan Bajo. Penulis berharap, semoga artikel penelitian yang sederhana ini, dapat memberikan kesadaran dan ketertarikan tersendiri bagi generasi muda bahwa kita juga harus mengetahui adat dan kebudayaan khususnya dalam pariwisata di Indonesia dan seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

Ucapan terimakasih kepada ibu Fitri Anekawati,S.Hum.,M.Li. selaku dosen pembimbing, Universitas, dosen-dosen pengajar dan teman-teman yang telah mengarahkan penulis dengan penuh perhatian dan ketulusan. Semoga Allah yang maha kuasa membalas jasa bapak,ibu dan teman-teman sekalian.

Dalam penulisan ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. Ini disebabkan oleh keterbatasan ilmu dan kurangnya pengalaman, Namun dengan adanya bantuan dan bimbingan dari semua pihak, akhirnya penulis dapat menyelesaikan artikel penelitian ini. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi perbaikan artikel penelitian ini.

 

      Kartasura, Oktober 2023


 

Penulis             



BAB I

PENDAHULUAN


1.1. Latar Belakang Masalah

      Pariwisata telah menjadi trend kehidupan manusia modern. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk didalamnya pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait dengan bidang tersebut.

     Pulau Komodo merupakan salah satu pulau yang berada di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, dimana pulau tersebut menjadi habitat asli hewan komodo. Pada tahun 1977 Taman Nasional komodo ditetapkan menjadi Man and Biosphere Reserve dan Word Heritage Site pada tahun 1991 oleh UNESCO. Prestasi tersebut menjadi titik balik peningkatan jumlah wisatawan, pulau komodo atau yang disebut dengan pulau naga ini memiliki daya tarik pariwisata, mengingat terdapat spesies kadal raksasa yang menyerupai naga. Maka tidak heran wisatawan mancanegara menyebutnya komodo Dragon.

   Taman Nasional Komodo menjadi tempat pariwisata dan banyak wisatawan asing yang berkunjung ke pulau komodo, karena mereka ingin tahu bagaimana cara komodo bertahan hidup, makan, serta berinteraksi dengan lingkungannya. Perkembangan pariwisata di Pulau Komodo berpengaruh terhadap perubahan mata pencaharian masyarakat kampung komodo dari nelayan menjadi pekerja-pekerja di bidang pariwisata, diantaranya local guide, penjual souvenir, pembuat souvenir dan kuliner.

      Pertambahan jumlah wisatawan yang datang berkunjung untuk liburan, hal ini tampak jelas pada peningkatan jumlah permukiman dan perdagangan dan jasa kaffe, restoran, dan tempat wisata kuliner. Dari data rekapan dinas pariwisata kabupaten Manggarai Barat sepanjang tahun dari bulan Januari sampai bulan Desember. Jumlah pengunjung pada tahun 2014 adalah 8.062 pengunjung, tahun 2015 adalah 9.541 pengunjung, tahun 2016 adalah 10.077 pengunjung dan tahun 2017 adalah 11.250 pengunjung. Dari data yang ada, dapat dilihat jumlah pengunjung semakin meningkat. Jumlah pengunjung yang semakin meningkat maka mempunyai dampak yaitu dampak positif dan negatif. Seiring dengan terus berkembangnya jaman, maka ruang yang ada di sekitar daya tarik pariwisata tersebut akan berubah. Pada dasarnya suatu kegiatan tentunya akan membutuhkan ruang agar kegiatan tersebut semakin berkembang.


1.2 Identifikasi Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan di atas dapat disimpulkan masalah yang akan diteliti adalah :

A. Ketidakadilan sosial yang diterima oleh penduduk asli desa komodo yang hidup dalam kemiskinan, sementara pendapatan dari pariwisata dari wilayah tempat tinggal mereka dikuasai para pemegang kepentingan. Terjadinya penguasaan sumber daya publik wilayah tempat tinggal mereka untuk kepentingan pribadi. 

B. Keterbatasan air juga menjadi momok yang selalu ditakuti oleh penduduk dan wisatawan. Ketidaktersediaan air bersih di pulau komodo mempersulit aktivitas di pulau tersebut.

C. Keamanan di tempat wisata juga menjadi aspek masalah bagi pengelola Taman Nasional komodo. Dikarenakan masih ada saja wisatawan yang terluka akibat serangan komodo.


1.3. Pembatasan Masalah

   Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka penelitian dibatasi pada :

A. Penelitian ini dibatasi tentang nilai,sikap, motivasi dan niat untuk mengunjungi pulau komodo

B. Penelitian ini dilakukan untuk orang-orang yang suka berwisata.


1.4. Rumusan Masalah

 A. Bagaimana partisipasi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata Pulau Komodo?

 B. Apakah kunjungan wisatawan dapat mempengaruhi perubahan ekonomi pariwisata?


1.5. Tujuan Penelitian

 A. Untuk mengetahui gambaran partisipasi masyarakat terhadap pariwisata Pulau Komodo.

 B. Ingin mengetahui apakah kunjungan wisatawan dapat mempengaruhi perubahan ekonomi pariwisata.

  

BAB II

LANDASAN TEORI


2.1. Kajian Teori

 Peneliti akan meneliti beberapa kajian teori tentang keunikan pulau komodo di Labuan Bajo. Berikut adalah beberapa kajian teori yang peneliti temukan yaitu :

 Menurut Luchman, (2004) Wisata adalah salah satu penggerak perekonomian penting dalam suatu negara. Dapat disimpulkan dari pengertian diatas bahwa pariwisata bertujuan memberikan hiburan ketika berkunjung ke objek wisata tersebut bagi para wisatawan.

Menurut Andi Ritna Lamakarte, (2019) Penelitian ini mengkaji masalah pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dari aspek infrastruktur, peran pemerintah, pemasaran dan promosi. Persamaan penelitian oleh Andi Ritna Lamakarte dengan penelitian ini adalah melihat kenyataan pengembangan pariwisata di lapangan serta peranan-peranan wisata dalam pengembangan tersebut. Perbedaannya adalah penelitian Andi Ritna Lamakarte meneliti kegiatan pariwisata di Labuan Bajo aspek infrastruktur untuk penyediaan fasilitas bagi wisatawan.

    Menurut Center, (dalam aribi) Mendefinisikan partisipasi masyarakat sebagai komunikasi dua arah yang terus menerus dapat diartikan bahwa partisipasi masyarakat merupakan komunikasi antara pihak pemerintah sebagai pemegang kebijakan tersebut. Dari pendapat Center juga tersirat bahan masyarakat dapat memberikan respon positif dalam artian mendukung atau memberikan masukan terhadap program atau kebijakan yang diambil oleh pemerintah, namun dapat juga menolak kebijakan.


2.2. Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu adalah penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa orang dan biasanya digunakan untuk dijadikan acuan atau perbandingan dengan penelitian yang akan penulis lakukan. Pada bagian ini peneliti akan mencantumkan beberapa penelitian satwa endemik komodo ( Varanus Komodensis).

Penelitian pertama yang ditulis oleh Sumodiningrat (1988).Partisipasi sebagai salah satu elemen pembangunan merupakan proses adaptasi masyarakat terhadap perubahan yang sedang berjalan.Dengan demikian partisipasi mempunyai posisi yang penting dalam pembangunan. Sumodiningrat menambahkan, bahwa para syarat yang harus terdapat dalam proses pembangunan berkelanjutan adalah dengan mengikut sertakan semua anggota masyarakat atau rakyat dalam setiap tahap pemabangunaan.

Penelitian kedua Menurut Krueger National Park (2008), sebuah lembaga pengelola akan berjalan secara optimal jika sumber daya manusianya memenuhi salah sat gagasan utama, yaitu terdidik dan berpengalaman. Jika dilihat dari tingkat pendidikan, masih banyak pegawai yang berpendidikan Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SLTP). sekitar 80% dari total staf memiliki ijazah sekolah menengah. Hal ini membuktikan minimnya SDM aparatur kelembagaan yang memiliki peran utama dalam mengelola TNK sebagai situs cagar budaya dan destinasi wisata premium saat ini.

     Penelitian ketiga ialah dampak ligkungan terhadap pembangunan di Komodo dan sekitarnya dilaporkan oleh beberapa media (Wulandari et al., 2021). Pemberitaan media kemudian memberikan framing tentang fenomena yang akhirnya selayaknya teori komunikasi lingkungan, hal tersebut menimbulkan kesadaran dari khalayak (Fammy et al., 2020). Laporan mengenai pembangunan Mega Proyek Wisata Pulau Komodo dilaporkan oleh Tati et al. (2021). Laporan tersebut mengkritik pembangunan yang sebelumnya pernah menjadi perbincangan oleh khalayak karena adanya rencana pembangunan besar-besaran yang dikenal dengan proyek wisata premium. Pulau Rinca direncanakan untuk dibangun berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan pariwisata dengan mengangkat tema jurassic park. Pembangunan ini dianggap publik merusak habitat asli.


2.3. Kerangka Berpikir

      Kerangka berpikir ini bertujuan agar peneliti dapat menggambarkan alur kegiatan pada konsep partisipasi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di Pulau Komodo guna peningkatan aktivitas para wisatawan mancanegara. Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam pengembangan ini adalah bagaimana sistem pengelolaan wisata di Pulau Komodo terorganisir dengan baik melalui promosi dan marketing serta adanya sarana dan prasarana yang memadai di tempat wisata pulau komodo, kebijakan pemerintah juga perlu dalam mengembangkan wisata pulau komodo, hal ini guna untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan juga menambah devisa daerah. Selain itu, peran dari masyarakat juga perlu karena masyarakat juga adalah salah satu bagian yang harus ikut dan ada dalam hal pengembangan tempat wisata pulau komodo dengan melihat potensi dari tempat wisata tersebut. Masyarakat dapat melihat apa yang perlu mereka kembangkan dan dibenahi selanjutnya di objek wisata pulau komodo guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

 

Diagram Kerangka Berpikir

Gambar 2.3 Diagram kerangka berpikir


BAB III

METODE PENELITIAN


3.1. Jenis Penelitian

         Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan berbentuk deskripsi. Dalam penelitian ini peneliti berusaha memaparkan atau memberikan gambaran secara detail dan sistematis tentang persepsi masyarakat yang ada di pulau komodo terhadap ketersediaan sarana dan prasarana pariwisata di Pulau Komodo.

       Komodo memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan biawak lainnya. Menurut Verhallen (2006), panjang tubuh komodo dapat mencapai 3 meter dengan bobot badan lebih dari 100 kg. Komodo dapat melihat hingga jauh 300 m, namun tidak begitu baik melihat di kegelapan malam karena retinanya hanya memiliki sel kerucut. Komodo mampu membedakan warna, namun kurang mampu membedakan obyek yang tidak bergerak.


3.2. Lokasi Penelitian

     Penelitian ini dilakukan di Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. Desa ini merupakan bagian dari pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Sesuai dengan sistem zonasi pengelolaan kawasan TNK.


3.3. Informan Penelitian

       Penentuan informan atau narasumber dalam penelitian ini untuk diwawancarai secara mendalam dilakukan dengan cara peneliti memilih orang yang dipandang memiliki pengetahuan dan informasi mengenai permasalahan yang akan diteliti melalui penentuan sampel yaitu penarikan Informan secara purposive yang dilakukan memilih subjek berdasarkan kriteria yang akan ditetapkan peneliti.

Dasar pertimbangan penentuan informan dalam penelitian ini antara lain:

A.  Mereka mengetahui kedalaman informasi sehubungan dengan masalah yang diteliti.

B.  Mereka yang diterima oleh berbagai kelompok dengan penentuan kebijakan.


3.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode sebagai berikut:

A. Metode Observasi

      Metode observasi adalah teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala yang di hadapi (diselidiki), baik pengamatan itu dilaksanakan dalam situasi yang sebenarnya maupun situasi buatan yang diadakan. Metode ini merupakan pencatatan dan pengamatan secara sistematik terhadap fenomena yang ada di tempat penelitian.

B. Metode Dokumentasi

     Metode Dokumentasi yaitu metode yang digunakan penulis untuk memperoleh data dengan cara menggali kumpulan data verbal, baik yang berbentuk tulisan maupun tidak dalam tulisan. Metode ini digunakan untuk memperoleh data-data yang ada di tempat penelitian, seperti jumlah komodo, kegiatan komodo di Taman Nasional komodo, serta hal lain yang dibutuhkan untuk menunjang dan mempermudah peneliti mendapatkan informasi.


3.5. Teknik Keabsahan Data

Dalam penelitian, semua hal harus di cek keabsahan data agar hasil penelitiannya dapat di pertanggungjawaban kebenarannya dan dapat dibuktikan keabsahannya. Dalam hal ini penulis menggunakan trigulasi dengan sumber yaitu: membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.                                             Trigulasi dengan sumber dapat di capai melalui beberapa jalan, yaitu:

   A. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.

   B. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.


3.5. Teknik Analisis Data

     Analisis data dalam penelitian merupakan kegiatan yang sangat penting yang didalamnya dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian terhadap data yang telah dihasilkan. Melalui analisis data, data yang terkumpul dalam bentuk data mentah dapat diproses secara baik untuk menghasilkan data yang matang. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik analisis data secara deskriptif yang diperoleh melalui pendekatan kualitatif, dimana data-data yang telah dihasilkan dari penelitian dan kajian, baik secara teoritis dan empiris yang digambarkan melalui kata-kata atau kalimat yang diucapkan secara benar dan jelas.

Adapun langkah-langkah analisis data tersebut yaitu:

A. Reduksi data

     yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan tranformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Reduksi data merupakan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara yang sedemikian rupa sehingga Kesimpulan finalnya dapat ditarik.

B. Pengambilan kesimpulan

     Data yang sudah diperoleh tersebut dicari maknanya dengan cara mencari pula model,tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering muncul. Data yang didapat oleh peneliti mencoba mengambil kesimpulan.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

      Pada bab ini peneliti akan menguraikan data dan hasil penelitian tentang permasalahan yang telah dirumuskan pada bab l, yaitu partisipasi masyarakat terhadap wisatawan di pulau komodo dan ekonomi pariwisata di Pulau Komodo. Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan, didasari oleh orang atau perilaku yang diamati.


4.1. Partisipasi Masyarakat

Partisipasi masyarakat adalah keterlibatan masyarakat sesuai dengan hak dan kewajibannya sebagai subyek dan obyek pembangunan, keterlibatan dalam tahap pembangunan ini dimulai sejak tahap perencanaan sampai dengan pengawasan berikut segala hak dan tanggungjawabnya (Kamus Tata Ruang, 1998:79).Pendekatan partisipasi masyarakat telah dianjurkan sebagai sebuah bagian utuh pembangunan pariwisata berkelanjutan.

A. Bentuk-bentuk Partisipasi Masyarakat

Keith Davis dalam Sastropoetro (1988:16), bentuk-bentuk partisipasi meliputi: 1). konsultasi, biasanya dalam bentuk jasa; 2). sumbangan spontan berupa uang dan barang; 3). mendirikan proyek yang sifatnya berdikari dan donornya berasal dari pihak ketiga; 4). mendirikan proyek yang sifatnya berdikari dan dibiayai seluruhnya oleh masyarakat; 5). sumbangan dalam bentuk kerja; 6). aksi massa; 7). mengadakan pembangunan di kalangan keluarga; dan 8). membangun proyek masyarakat yang bersifat otonom. Adapun jenis-jenis partisipasinya meliputi: 1).pikiran; 2). tenaga; 3). pikiran dan tenaga; 4). keahlian; 5). barang; dan 6). uang.


B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat

A.       Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dikategorikan ke dalam dua jenis, yaitu faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat. Penelitian Wang, Pfister dan Morais (2006) menemukan bahwa masyarakat lokal yang menyadari akan potensi manfaat dari pariwisata adalah faktor yang mempengaruhi mereka dalam meningkatkan partisipasi dalam pariwisata.

B. Tosun (2000) mengidentifikasi tiga hal utama yang menghambat masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan pariwisata dalam konteks negara berkembang, yaitu: 1). Keterbatasan operasional (operational limitations), yang meliputi pemusatan administrasi publik dalam bidang pariwisata, kurangnya koordinasi, dan kurangnya informasi; 2). Keterbatasan struktural (structural limitations), diantaranya attitudes of professionals, kurangnya keahlian, dominasi elit, kurangnya peraturan yang sesuai, kurangnya sumber daya manusia terlatih, tingginya biaya partisipasi masyarakat, dan kurangnya sumber-sumber pendanaan; 3). Keterbatasan kebudayaan (cultural limitations), meliputi: kapasitas yang terbatas dalam masyarakat miskin, dan sikap apatis dan tingkat kesadaran yang rendah dalam komunitas lokal.


C.  Manfaat Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Ekowisata

      Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata adalah perlu apabila mereka diberikan pembagian keuntungan yang adil bagi ekonomi lokal (Aref dan Ma’arof, 2008). Beberapa manfaat ekonomi yang komunitas lokal dapat peroleh dari ekowisata adalah peluang kerja, pembangunan yang berhubungan dengan infrastruktur (seperti jaringan jalan yang lebih baik dan air) dan usaha ekowisata (Ezebilo, dkk., 2010). Fakta bahwa orang asing bepergian jauh untuk mengunjungi sebuah komunitas dan masyarakat lokal mendapatkan keuntungan dari hal tersebut dapat meningkatkan penghargaan masyarakat terhadap sumber daya alami mereka.

   Santosa dan Heroepoetri (2005: 5) merangkum manfaat dari partisipasi masyarakat, yaitu sebagai berikut: 1). menuju masyarakat yang lebih bertanggung jawab; 2). meningkatkan proses belajar; 3). mengeliminir perasaan terasing; 4). menimbulkan dukungan dan penerimaan dari rencana pemerintah; 5). menciptakan kesadaran politik; 6). keputusan dari hasil partisipasi mencerminkan kebutuhan dan keinginan masyarakat; 7). menjadi sumber dari informasi yang berguna, dan ; 8). merupakan komitmen sistem demokrasi.


4.2. Ekonomi Pariwisata

     Penerapaan konsep ekonomi parawisata atau wisata yang diberikan hanya cocok bagi suatu Negara maju.Walaupun selama 5 tahun terakhir ada banyak kemajuan tentang ekonomi Indonesia yg erat kaitanya dengan parawisata yang ada di Indonesia dalam ikut memajukan dan peningkatan terhadap ekonomi Indonesia yang berdampak kepada para masyarakat dan pemerintah itu sendiri itulah mengapa bahwa pemerintah ikut berperan penting dalam kemajuan parawisata yang ada di daerah-daerah Indonesia, karena pemerintah mempunyai otoritas dalam pengaturan, penyediaan dan peruntukan berbagai infastruktur yang terkait dengan parawisata.Beberapa peran pemerintah yang mutlak menjadi tanggung jawab pemerintahan adalah sebagai berikut:

a. Penegasan dan konsisten tentang tata-guna lahan untuk pengembangan kawasan wisata, termasuk kepastian hak kepemilikan sistem persewaan,dan sebagainya.

b. Perlindungan lingkungan alam dan cagar budaya untuk mempertahankan daya tarik objek wisata, termasuk aturan pemanfaatan sumber daya lingkungan.

c. Penyediaan infrastruktur, jalan, pelabuhan, bandara, dan angkutanparawisata.

d. Fasilitas fiscal, pajak, kredit, dan izin usaha yang tidak rumit agar masyarakat lebih terdorong untuk melakukan wisata dan usaha-usaha parawisata semakin cepat berkembang.

e.Jaminaan kesehatan di daerah tujuan wisata melalui sertifikat kualitas lingkungan dan mutu barang yang digunakan wisatawan.

 

BAB V

PENUTUP


5.1. Kesimpulan

Penelitian ini telah menemukan tiga aspek yang berkaitan dengan partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo. Ketiga aspek tersebut adalah bentuk-bentuk partisipasi masyarakat Desa Komodo, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Komodo dan dampak positif partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo,

Bentuk –bentuk partisipasi Masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo, antara lain partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam program Desa Wisata Komodo, yaitu dengan cara memberikan usukan, dan sebagai pekerja proyek pembangunan infrastruktur desa.Partisipasi masyarkat Desa Komodo dalam usaha ekowisata, yaitu sebagai pengerajin patung komodo. Menjual cenderamata, pemandu wisata alam ( naturalist guiude), mengelola homestay, dan menyewakan perahu motor. Partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam konservasi, yaitu dengan terlibat dalam kelompok Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan dan Kader Konservasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Komodo dalam pengembangan ekowisata di Pulau Komodo terbagi ke dalam dua jenis yaitu faktor-faktor yang mendorong dan faktor-faktor yang menghambat. Faktor-faktor yang mendorong di antaranya adalah adanya dukungan dari Stakeholders, motivasi masyarakat untuk menjaga lingkungan. Sedangkan. Faktor-faktor yang menghambat adalah terbatasnya anggaran, sikap apatis dan kesadaran masyarakat yang rendah, flukutasi kunjungan wisatawan, serta kesulitan memasrakan produk ekowisata.


5.2. Saran

1. Untuk pemerintah supaya tetap memperhatikan dengan ketat para wisatawan yang melakukan wisata.

2. Untuk masyarakat supaya seelalu memperhatikan dan berpartisipasi dengan baik kepada para wisatawan terkhusus para peneliti suupaya peneliti memperoleh data dengan akurat dan valid.

3. Untuk peneliti selanjutnya supaya memperhatikan dengan baikc informan penelitian supaya data yang diperoleh benar-benar sesuaidengan data dari tempat penelitian.

 

DAFTAR PUSTAKA


Antara.(2018).kunjungan wisatawan ke Taman Nasional komodo.https://travel.tempo.co/read/1128459/kunjungan-wisatawan-ke-taman-nasional-komodo-melonjak-42-persen.

Ayu Puspitasari.(2017).Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Parawisata di Pulau Komodo.https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/6707-Full_Text.pdf.

http://repository.unimar-amni.ac.id/2400/1/BAB%20I%20fix.pdf

June.(2015).Partisipasi masyarakat desa komodo dalam pengembangan ekowisata di pulau komodo.https://www.researchgate.net/publication/320378556.

 

 Penulis :

Nama : STEVANUS EVAN

NIT : 202312014

Program studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023 

Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TARIAN INDAH KABUPATEN SIKKA, MAUMERE, NTT

KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA

KEUNIKAN TENUN RAGI WO’I KHAS NAGEKEO DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR