KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA
KEUNIKAN DAN KEARIFAN
DANAU SENTANI DI JAYAPURA
ARTIKRL PENELITIAN
Diajukan Kepada Akdemi Pelayaran Nasional Surakarta Unruk Memenuhi Sebagai Persyarata Ahkir Semester Matakualia Bahasa Indonesia
Disusun
Oleh :
Kalep Mesak Koyari
NIT : 202312011
PROGRAM
STUDI
MANAJEMEN
LOGISTIK
AKADEMI PELAYARAN NASIONAL
SURAKARTA
2023
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberi Kesehatan serta melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga
penulis dapat menyelesaikan artikel penelitian tentang “KEUNIKAN DAN KEARIFAN
DANAU SENTANI DI JAYAPURA PAPUA”
dengan lancar tanpa ada halangan apapun.
Sebelumnya, penulis akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama
penulis Kalep Mesak Koyari yang lahir di paradoi 22 juni 2003. Penulis berasal dari daerah Kabupaten Waropen Provinsi Papua. Penulis merupakan seorang Taruna tingkat I
dari Akademi Pelayaran Nasional Surakarta dengan NIT 202312011 dan penulis mengambil program Studi Manajemen
Logistik.
Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu yang pertama guna memenuhi
sebagian persyaratan akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia dan untuk
mempromosikan Danau Sentani Di Jayapura.
Penyusunan artikel penelitian ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung saat
berkunjung ke Danau sentani.
Penulis berharap, semoga artikel penelitian yang sederhana ini, dapat
memberikan kesadaran dan ketertarikan tersendiri bagi generasi muda bahwa kita
juga harus mengetahui adat dan kebudayaan khususnya dalam pariwisata di Indonesia
dan seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
Kartasura, Oktober
2023
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................. 1
1.1 Latar
Belakang Masalah.............................................................................. 1
1.2 Identifikasi
Masalah..................................................................................... 2
1.3 Pembatasan
Masalah.................................................................................... 2
1.4 Rumusan
Masalah........................................................................................ 3
1.5 Tujuan
Penelitian.......................................................................................... 3
BAB II LANDASAN TEORI........................................................................................ 4
2.1 Kajian
Teori.................................................................................................. 4
2.2 Kajian hasil Penelitian terdahulu................................................................. 5
2.3 kerangka Berpikir......................................................................................... 6
BAB
II METODE PENELITIAN.................................................................................. 7
3.1 Jenis
Penelitian............................................................................................. 7
3.2 Lokasi
dan Waktu Penelitian........................................................................ 7
3.3 Informasi
Penelitian..................................................................................... 8
3.4 Teknik
Pengumpulan Data........................................................................... 8
3.5 Teknik
Keabsahan Data............................................................................... 9
3.6 Teknik
Analisis Data............................................................................................... 9
BAB IV
PEMBAHASAN............................................................................................ 10
4.1 Dampak Pencemaran Di Danau Sentani ................................................... 11
4.2
Praktik Penangkapan
Ikan Di Danau Sentani ............................................12
4.3
Perubahan Pola
Pemungkiman Di Danau Sentani .................................... 12
BAB
V PENUTUP .....................................................................................................13
5.1
Kesimpulan ............. ..................................................................................13
5.2 Saran...........................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................14
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Danau merupakan sumber
daya air tawar yang memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan baik dari
segi ekologi, hidrolgi serta kegiatan sosial ekonomi manusia. Pada dasarnya danau memiliki dua fungsi
utama, yaitu fungsi ekologi dan fungsi sosial-ekonomi-budaya. Fungsi ekologi
danau adalah sebagai pengatur tata air, pengendali banjir, habitat hidupan liar
atau spesies yang dilindungi atau endemik serta penambat sedimen, unsur hara
dan bahan pencemar. Fungsi sosial ekonomi-budaya
danau adalah memenuhi keperluan hidup manusia, antara lain untuk air minum dan
kebutuhan sehari-hari, sarana transportasi, keperluan pertanian, tempat sumber
protein, industri, pembangkit tenaga listrik, estetika, olahraga, rekreasi,
industri pariwisata, heritage, religi, dan tradisi.
Danau Sentani terletak di
Provinsi Papua dan sebagian besar wilayahnya terletak di Kabupaten Jayapura
yaitu Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani dan Distrik Sentani Barat, dan
sebagian kecil wilayahnya berada di Distrik Abepura Kota Jayapura. Danau ini memiliki
luas sekitar 9630 ha dan terletak pada ketinggian 72 m di atas permukaan laut.
Danau Sentani memanjang dari arah timur ke barat sepanjang 26,5 km, dengan
lebar bervariasi antara 2 – 4 km di sekitar selat simporo
Makalah ini akan membimbing kita dalam sebuah perjalanan eksploratif
melintasi keindahan danau yang memikat hati, mengungkap jejak waktu sejarahnya,
menyelami keanekaragaman hayati yang unik, dan merenungi peran budaya yang
membangun karakter Sentani. Melalui pemahaman yang mendalam, kita dapat
meresapi pesona dan memahami pentingnya pelestarian danau ini sebagai warisan
berharga.
1.2 IDENTIFIKASI MASALAH
a.
Ancaman
Lingkungan:* Aktivitas manusia, seperti limbah industri dan domestik, dapat
mengancam kualitas air dan ekosistem di sekitar Danau Sentani. Pencemaran air
danau dan hilangnya habitat alami dapat mengakibatkan dampak serius terhadap
keanekaragaman hayat.
b.
Pemanfaatan
Sumber Daya yang Tidak Berkelanjutan:* Pemanfaatan sumber daya alam di sekitar
Danau Sentani, seperti penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, dapat
mengarah pada penurunan stok ikan dan merusak keseimbangan ekosistem perairan.
c.
Tantangan
Pelestarian Budaya:* Modernisasi dan perubahan pola hidup dapat mengancam
pelestarian tradisi dan budaya masyarakat pesisir Danau Sentani. Perubahan ini
dapat membawa dampak negatif terhadap identitas budaya dan keberlanjutan
warisan lokal.
d.
Ketidaksetaraan
Akses dan Manfaat:* Adanya ketidaksetaraan dalam akses dan manfaat sumber daya
danau dapat memicu konflik di antara masyarakat setempat. Pembagian yang tidak
merata dapat menjadi sumber ketidakpuasan dan potensi konflik sosial.
1.3 PEMABATASAN MASALAH
Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka peneliti ini dibatasi pada:
a.
Penelitian
ini di batasi pada penelitian tentang nialai, sikap, dan sensation seeking
motifasi dan nilai untuk mengunjungi danau sentani.
b.
Penelitian
ini dilakukan kepada orang orang yang mengetahui mengenai danau sentani.
1.4 RUMUSAN MASLAH
a.
Bagaimana
dampak pencemaran air terhadap kualitas Danau Sentani, dan apakah terdapat pola
pencemaran yang dapat diidentifikasi di wilayah sekitarnya.
b.
Sejauh
mana praktik penangkapan ikan di Danau Sentani dapat dianggap berkelanjutan.
c.
Bagaimana
perubahan pola pemungkiman suku di danau sentai.
1.5 TUJUAN PENELITIAN
a.
Untuk
mengetahui dampak pencemaran air terhadap kualitas di danau sentani.
b.
Untuk
mengetahui sejauh mana praktik penangkapan ikan di danau sentani.
c.
Untuk
mengetahui bagaimana perubahan pola
pemungkiman suku di danau sentani.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1 KAJIAN TEORI
Peneliti akan meneliti beberapa bagia kajian teori
tentang keunikan Danau Sentani Di Jayapura.
Menurut kepala suku J.
Modouw, danau Sentani terletak dibawa kaki pegunungan Dobonsolo. Namun kala
para Pelaut Spanyol yang berlayar di lautan depan pegunungan Dobonsolo, mereka
memberikan sebutan pegunungan tersebut “Cycloop”, yang adalah salah satu
perwujudan raksasa bermata satu dalam kepercayaan Yunani kuno.
Menurut Bapak Moses
Hermanus Ohee (ww 2 Juni 2019), sekalipun Festival Danau Sentani berlangsung
secara rutin tiap tahunnya, masyarakat kecewa dengan tujuan awal ‘menghidupkan
kebudayaan Sentani’ yang tidak terwujud dengan baik Masyarakat merasa site
tidak hidup dan kurang bermanfaat untuk masyarakat adat. Site dirasa hanya
menguntungkan wisatawan dan mejadikan masyarakat hanya sekedar penonton akan
kebudayannya sendiri. Bapak Marthen Ohee menyayangkan hal ini, berkaitan juga
dengan masyarakat yang kini ia rasa makin pasif untuk terlibat dalam
melestarikan kebudayaannya sediri.
Menurut Yoeti (2002) fasilitas dan pelayanan wisata yang dimaksud adalah semua fasilitas yang dibutuhkan dalam perencanaan kawasan wisata. Fasilitas tersebut termasuk tour and travel operation (disebut juga pelayanan penyambutan). Fasilitas tersebut misalnya: restoran dan berbagai jenis tempat makan lainnya, toko toko untuk menjual hasil kerajinan tangan, cinderamata, bank, money changer, dan fasilitas pelayanan keuangan lainnya.
Penelitian terdahulu
adalah penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa orang dan biasanya
digunakan untuk dijadikan acuan atau perbandingan dengan penelitian yang akan
penulis lakukan. Pada bagian ini peneliti akan mencantumkan beberapa penelitian tentang keunikan danau sentani di Jayapura.
Menurut Bapak Marthen
Ohee (ww 1 Juni 2019), Taman Wisata Kalkhote adalah sebuah proyek yang pertama
kali dicetuskan awal 2000 oleh Bupati menjabat dan pemerintah provinsi dalam
rangka terus menghidupkan kebudayaan serta mempromosikan kebudayaan lokal
Sentani kepada masyarakat umum. Setelah ide ini dicetuskan, tahun 2007
terpilihlah lahan yang sekarang menjadi Taman Wisata Kalkhote dengan
pertimbangan dengan lokasinya yang menghadap langsung ke jajaran kepulauan Asei
Seorang Kepala Suku, J.
Modouw (ww 10 Maret 2019) menuturkan bahwa terdapat beberapa perubahan yang
terjadi di Sentani. Salah satu yang sangat mencolok adalah efek dari
pertambahan populasi penduduk di sekitar Danau Sentani. Akibat usaha budidaya
ikan secara sembrono danau semakin meningkat, kadar kebersihan di air danaupun
semakin menurun; air danau yang tadinya bening dan bisa langsung diminum kini
sudah tercemar. Sampah rumah tangga juga dapat ditemui di tepian pantai Danau
Sentani seperti di sepanjang pesisir pantai dari Yoka dan Warna, juga di Yabaso
hingga Netar. Adapun kini gulma enceng gondok di tepian danau membuat luas permukaan
danau semakin menyempit.
2.3. KERANGKA BERPIKIR
Kerangka berpikir ini
diarahkan untuk memberikan pemahaman yang mendalam. tentang tantangan
pelestarian danau serta pelestarian kearifan budaya di sekitar Danau Sentani.
![]() |
2.3 Diagram kerangka berpikir |
BAB
III
METODE
PENELITIAN
3.1 JENIS
PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dan berbentu deskriptif. Dalam penelitian ini
penulis berusaha memaparkan atau menggambarkan secara detail dan sistematis
tentang pentingnya partisipasi masyarakat yang ada di sekitaran danau sentani. Danau
Sentani merupakan danau terbesar kedua di Papua, dengan luas 9.360 hektar dan
memiliki kedalaman 52 meter serta berada di ketinggian sekitar 72 meter di atas
permukaan laut. Berdasarkan RTRW 2008-2028 Kabupaten Jayapura, Danau Sentani
merupakan obyek wisata unggulan dan destinasi wisata di Jayapura, Penelitian
ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan
tantangan yang ada dalam upaya mengembangkan Danau Sentani sebagai destinasi
wisata dunia. Pendekatan ekologi dan budaya digunakan untuk mengetahui strategi
pengembangan potensi Danau Sentani. Metode analisis dengan menggunakan SWOT
untuk mengetahui potensi dan strategi pengembangannya.
3.2 LOKASI
PENELITIAN
Lokasi
penelitian ini yakni berada di Danau Sentani Kabupaten Jayapura yang
berlangsung bulan Oktober-November 2011.
Danau sentani
adalah danau yang terletak di papua indonesia. Danau sentani berada di lereng
pegunungan cagar alam cyclops yang memiliki luas sekitar 240.000 hektar. Danau
ini terbentang antara kota Jayapura dan kabupaten Jayapura,papua. Danau sentani
yang memilikki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau
sentani merupakan danau terluas dipapua.
3.3
INFORMAN PENELITIAN
Penentuan informan atau narasumber dalam
penelitian ini untuk diwawancarai secara mendalam dilakukan dengan cara,peneliti
memilih orang yang dipandang memiliki pengeteahuan dan informasi mengenai
permasalahan yang akan diteliti melalui penentua sampel yaitu penarikan
informan secara porposive yang dilakukan memilih subjek berdasarkan kriteria
spesifik yang ditetapkan penelit.
3.4 TEKNIK
PENGUMPULAN DATA
Data
yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data
hasil wawancara tentang jumlah budidaya dan produksi ikan jaring apung serta
jumlah tangkapan ikan tangkap yang terjaring setiap hari, bulan dan tahun oleh
masyarakat, Wawancara yang
dilakukan disini yakni menggali data tentang pemanfaatan sumberdaya alam dan
lingkungan Danau Sentani
Data sekunder yang
dikumpulkan berupa gambaran umum wilayah Kabupaten Jayapura terdiri dari iklim,
topografi, geologi, hidrologi, vegetasi, flora dan fauna, sistem pemerintahan,
penyebaran penduduk, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta potensi SDA dan
Lingkungan yang dimiliki Danau Sentani.
3.5
TEKNIK KEABSAHAN DATA
Dalam
penelitian ini, semua hal harus dicek keabsahannya agar hasil penelitiannya
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan dapat dibuktikan keabsahannya.
Trigulasi dengan sumber dapat dicapai melalui beberapa jalan,yaitu:
a.
Membandingkan
data hasil hasil pengamatan dan hasil wawancara
b.
Membandingkan
apa yang dikatakan orang yang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara
pribadi.
c.
Membandingkan
apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang
dikatakan sepanjang waktu.
3.6 METODE
ANALISIS DATA
Kerangka
dan prosedur penilaian ekonomi ekosistem Danau dengan ekosistem lainnya seperti
situ, atau waduk pada prinsipnya tidak berbeda. Hal yang membedakan adalah
fungsi dan pemanfaatan masing-masing sumber daya alam dan lingkungan yang
terdapat pada ekosistem bersangkutan. Identifikasi awal dilakukan guna
memperoleh data/informasi sebanyak mungkin mengenai manfaat ekosistem Danau
Sentani terutama yang mempunyai manfaat strategis di lokasi studi/ kajian untuk
dihitung nilai ekonominya. Penentuan nilai ekonomi pada ekosistem Danau
Sentani, akan memberi dampak yang berbeda terhadap pemanfaatan dan perlakuan
ekosistem tersebut.
BAB
IV
PEMBAHASAN
Pada
bab ini peneliti akan menguraikan data dan hasil penelitian tentang
permasalahan yang telah dirumuskan pada bab l, yaitu danpak pencemaran air di danau sentani, peraktik
penangkapan ikan di danau sentani dan perubahan pola hidup di danau sentani.
Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data-data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan, didasari oleh orang atau
perilaku yang diamati.
lV.1 DAMPAK PENCEMARAN AIR DI DANAU SENTANI
Danau sentani merupakan salah satu sumber daya alam
yang sangat potensial
jika dikelola dengan
baik, antara lain
sebagai sumber air bersih, perikanan,
transportasi, irigasi dan ekowisata. Potensi ini
akan sangat menarik
investor untuk menanamkan
modal yang pada
gilirinnya dapat menaikkan kualitas
perekonomian wilayah. Namun,danau yang diharapkan memberi nilai
tambah ekonomi,sosial dan ekologi ini telah terancam keberlanjutannya oleh karena
degradasi lingkungan atau
telah terjadi pencemaran (BP DAS,
2005; Dinas PU Jayapura, 2007).Degradasi lingkungan ini
dita,andai dengan tingginya erosi sebesar
94,52 ton/ha/tahun yang telah
melebihi nilai erosi yang dapat ditoleransi yakni 25
ton/ha/tahun(BP DAS, 2005).
Pencemaran
air berdampak pada
suplai airminum, ekosistim,
ekonomi, serta kesehatan manusia dan keamanan sosial
(social security). Sekitar3-4 juta jiwa penduduk
dunia meninggal setiap
tahun disebabkan oleh waterborne
diseases, termasuk didalamnya lebih dari 2 juta jiwa anak-anak
meninggal karena diare. Negara-negara berkembang sangat rentan terkena dampak negatif
dari pencemaran air khususnya perkampungan kota yang miskin dan kotor
(Andreasetal.,2001).
Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran dapat timbul sebagai
akibat kegiatan manusia
(selain yang disebabkan oleh
alam - misal
gunung meletus, gas beracun). Ilmu
lingkungan biasanya membahas pencemaran yang
disebabkan oleh aktivitas manusia,yang
dapat dicegah dan
dikendalikan. Pencemaran lingkungan tersebut
tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah
mengurangi
pencemaran,mengendalikan
pencemaran, dan meningkatkan kesadaran, partisipasi
dan kepedulian masyarakatterhadap lingkungannya
agar tidak mencemari
lingkungan.
lV.2 PRAKTIK PENANGKAPAN IKAN
DI DANAU SENTANI
Masyarakat
di Papua dikenal memiliki beragam tradisi dan budaya unik dalam mengelola
sumber daya alam. Salah satunya, seperti dipraktikkan oleh masyarakat Sentani
yang menghuni pinggiran Danau Sentani, terutama dalam hal menangkap ikan yang
telah dilakukan turun temurun.
Praktik
menangkap ikan dengan cara tradisional itu disebut bhukhere.
Danau
Sentani merupakan
danau terluas di Papua dengan luas
9.360 hektar, terletak di ketinggian 85 mdpl dan berkedalaman air sekitar 75
meter. Danau Sentani juga unik; satu-satunya danau yang terbentuk akibat
aktivitas tektonik berupa landslide dam. teknik menangkap ikan dengan cara tradisional ini
dilakukan dengan menancapkan daun sagu di pinggiran pantai atau pesisir secara
melingkar. Lingkaran tersebut
berisi pelepah sagu, ranting-ranting kayu, serta daun-daun yang ada di sekitar
danau, kemudian disusun dari dasar hingga permukaan air.
lV.3 PERUBAHAN POLA
PEMUNGKIMAN TRADISIONAL SUKU DI DANAU SENTANI
Permukiman tradisional suku Sentani terbentuk oleh
budaya dan karakteristisk suku Sentani yang unik. Permukiman Kampung Ifale suku
Sentani berada di pesisir Danau Sentani dan berorientasi terhadap danau sebagai
eksistensi kehidupan. Keberadaan masyarakat suku Sentani di Danau Sentani telah
melangsungkan kehidupan sejak terjadinya perang suku zaman nenek moyang dan
sampai saat ini masih tetap berkehidupan di pesisir Danau Sentani dalam usaha
mempertahankan kehidupan yang berkelanjutan. Permukiman dan perumahan suku
Ifale Sentani berada di Kampung Hobong yang terbentuk dari kesatuan tiga
kelompok kekerabatan yang berbeda yaitu Asei, Ifale dan Ifar Besar.
Dalam kehidupan bersama tetap
menjaga tradisi yang dilakukan secara turun temurun dengan menyesuaikan kondisi
yang baik dirumah maupun di lingkungannya. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan pola permukiman tradisional
suku Sentani di Danau Sentani, dan pengaruhnya terhadap pola hidup masyarakat
tradisional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode penelitian deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan analisa kualitas
permukiman dan lingkungan, analisa kekhasan fisik permukiman dan analisa
perubahan permukiman tradisional mempengaruhi perubahan pola hidup masyarakat
ditunjukkan adanya perubahan pola permukiman yang dipengaruhi sosial, ekonomi
dan budaya masyarakat yang merubah pola hidup masyarakat dari cara hidup
komunal menjadi individual dan adanya perubahan permukiman tradisional suku
Sentani dari berbentuk linier manjadi menyebar. Perubahan pola hidup dilakukan
untuk meningkatkan eksistensi hidup masyarakat suku agar dapat bersaing dalam
kehidupan bermasyarakat dan membawa masyarakat menuju kehidupan masyarakat yang
berkelanjutan.
BAB V
PENUTUP
V.1 KESIMPULAN
Danau
Sentani adalah permata alam Indonesia di wilayah
timur lebih tepatnya di jayapura papua yang
patut untuk dijaga dan dilestarikan. Keindahan alamnya, keanekaragaman
hayatinya, dan kehidupan masyarakat sekitarnya menjadikan Danau Sentani sebagai destinasi pariwisata yang
menarik dan memberikan banyak pelajaran berharga tentang pentingnya konservasi
alam. Sebagai warga negara, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga
dan melestarikan keindahan danau ini agar tetap
dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
V.2 SARAN
Berdasarkan kesimpulan
penelitian, maka peneliti menyarankan sebagai berikut:
a.Untuk pemerintah supaya tetap
memperhatikan dengan ketat para wisatawan yang melakukan wisata di danau sentani
b. Untuk masyarakat supaya seelalu
memperhatikan dan berpartisipasi dengan baik kepada para wisatawan terkhusus
para peneliti suupaya peneliti memperoleh data dengan akurat dan valid.
c. Untuk peneliti selanjutnya supaya
memperhatikan dengan baik informan penelitian supaya data yang diperoleh
benar-benar sesuaidengan data dari tempat penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang 1.1.1. Sejarah Sentani http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/unduh/455465
PENGEMBANGAN POTENSI
DANAU SENTANI SEBAGAI DESTINASI https://e-journal.trisakti.ac.id/index.php/semnas/article/download/3416/2896/8794
http://pariwisata.papua.go.id/wisata/danau-sentani/16
VALUASI EKONOMI DANAU
SENTANI DI KABUPATEN JAYAPURA https://ojs.unud.ac.id/index.php/ECOTROPHIC/article/download/13580/9251/
https://ojs.unud.ac.id/index.php/ECOTROPHIC/article/download/13580/9251/
https://pamsimas.pu.go.id/danau-sentani-keindahan-tanah-papua-yang-tiada-dua/
https://jayapurakab.go.id/danau-sentani-akan-dikembangkan-untuk-wisata-air.html
Penulis :
Nama : KALEP MESAK KOYARI
NIT : 202312011
Program Studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023
Akademi Pelayaran Nasional Surakarta
Komentar
Posting Komentar