KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA

 

KEUNIKAN DAN KEARIFAN

DANAU SENTANI DI JAYAPURA

 

ARTIKRL PENELITIAN

 

Diajukan Kepada Akdemi Pelayaran Nasional Surakarta Unruk Memenuhi Sebagai Persyarata Ahkir Semester Matakualia Bahasa Indonesia

 


Disusun Oleh :

Kalep Mesak Koyari

NIT      : 202312011

 

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN LOGISTIK

AKADEMI PELAYARAN NASIONAL

SURAKARTA

2023



KATA PENGANTAR

 

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi Kesehatan serta melimpahkan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel penelitian tentang “KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA PAPUA” dengan lancar tanpa ada halangan apapun.

Sebelumnya, penulis akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama penulis Kalep Mesak Koyari  yang lahir di paradoi 22 juni 2003. Penulis berasal dari daerah  Kabupaten Waropen Provinsi Papua. Penulis merupakan seorang Taruna tingkat I dari Akademi Pelayaran Nasional Surakarta dengan NIT 202312011 dan penulis mengambil program Studi Manajemen Logistik.

Tujuan dari penulisan artikel ini yaitu yang pertama guna memenuhi sebagian persyaratan akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia dan untuk mempromosikan Danau Sentani Di Jayapura. Penyusunan artikel penelitian ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung saat berkunjung ke Danau sentani. Penulis berharap, semoga artikel penelitian yang sederhana ini, dapat memberikan kesadaran dan ketertarikan tersendiri bagi generasi muda bahwa kita juga harus mengetahui adat dan kebudayaan khususnya dalam pariwisata di Indonesia dan seluruh provinsi yang ada di Indonesia.

 

 

Kartasura,   Oktober 2023

 

 

Penulis              

 

 

DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL...................................................................................................... i

KATA PENGANTAR.................................................................................................... ii

DAFTAR ISI................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................. 1

1.1  Latar Belakang Masalah.............................................................................. 1

1.2  Identifikasi Masalah..................................................................................... 2

1.3  Pembatasan Masalah.................................................................................... 2

1.4  Rumusan Masalah........................................................................................ 3

1.5  Tujuan Penelitian.......................................................................................... 3

BAB II LANDASAN TEORI........................................................................................ 4

2.1  Kajian Teori.................................................................................................. 4

2.2  Kajian hasil Penelitian terdahulu................................................................. 5

2.3  kerangka Berpikir......................................................................................... 6

BAB II METODE PENELITIAN.................................................................................. 7

3.1  Jenis Penelitian............................................................................................. 7

3.2  Lokasi dan Waktu Penelitian........................................................................ 7

3.3  Informasi Penelitian..................................................................................... 8

3.4  Teknik Pengumpulan Data........................................................................... 8

3.5  Teknik Keabsahan Data............................................................................... 9

3.6  Teknik Analisis Data............................................................................................... 9

BAB IV PEMBAHASAN............................................................................................ 10

4.1  Dampak Pencemaran Di Danau Sentani ................................................... 11

4.2  Praktik Penangkapan Ikan Di Danau Sentani ............................................12

4.3  Perubahan Pola Pemungkiman Di Danau Sentani .................................... 12

 

BAB V PENUTUP  .....................................................................................................13

5.1  Kesimpulan ............. ..................................................................................13

5.2  Saran...........................................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................14



BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang Masalah

 

 Danau merupakan sumber daya air tawar yang memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan baik dari segi ekologi, hidrolgi serta kegiatan sosial ekonomi manusia. Pada dasarnya danau memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi ekologi dan fungsi sosial-ekonomi-budaya. Fungsi ekologi danau adalah sebagai pengatur tata air, pengendali banjir, habitat hidupan liar atau spesies yang dilindungi atau endemik serta penambat sedimen, unsur hara dan bahan pencemar. Fungsi sosial ekonomi-budaya danau adalah memenuhi keperluan hidup manusia, antara lain untuk air minum dan kebutuhan sehari-hari, sarana transportasi, keperluan pertanian, tempat sumber protein, industri, pembangkit tenaga listrik, estetika, olahraga, rekreasi, industri pariwisata, heritage, religi, dan tradisi.

 

Danau Sentani terletak di Provinsi Papua dan sebagian besar wilayahnya terletak di Kabupaten Jayapura yaitu Distrik Sentani Timur, Distrik Sentani dan Distrik Sentani Barat, dan sebagian kecil wilayahnya berada di Distrik Abepura Kota Jayapura. Danau ini memiliki luas sekitar 9630 ha dan terletak pada ketinggian 72 m di atas permukaan laut. Danau Sentani memanjang dari arah timur ke barat sepanjang 26,5 km, dengan lebar bervariasi antara 2 – 4 km di sekitar selat simporo

Makalah ini akan membimbing kita dalam sebuah perjalanan eksploratif melintasi keindahan danau yang memikat hati, mengungkap jejak waktu sejarahnya, menyelami keanekaragaman hayati yang unik, dan merenungi peran budaya yang membangun karakter Sentani. Melalui pemahaman yang mendalam, kita dapat meresapi pesona dan memahami pentingnya pelestarian danau ini sebagai warisan berharga.

 

1.2  IDENTIFIKASI MASALAH

a.      Ancaman Lingkungan:* Aktivitas manusia, seperti limbah industri dan domestik, dapat mengancam kualitas air dan ekosistem di sekitar Danau Sentani. Pencemaran air danau dan hilangnya habitat alami dapat mengakibatkan dampak serius terhadap keanekaragaman hayat.

b.     Pemanfaatan Sumber Daya yang Tidak Berkelanjutan:* Pemanfaatan sumber daya alam di sekitar Danau Sentani, seperti penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan, dapat mengarah pada penurunan stok ikan dan merusak keseimbangan ekosistem perairan.

c.      Tantangan Pelestarian Budaya:* Modernisasi dan perubahan pola hidup dapat mengancam pelestarian tradisi dan budaya masyarakat pesisir Danau Sentani. Perubahan ini dapat membawa dampak negatif terhadap identitas budaya dan keberlanjutan warisan lokal.

d.     Ketidaksetaraan Akses dan Manfaat:* Adanya ketidaksetaraan dalam akses dan manfaat sumber daya danau dapat memicu konflik di antara masyarakat setempat. Pembagian yang tidak merata dapat menjadi sumber ketidakpuasan dan potensi konflik sosial.


1.3  PEMABATASAN MASALAH

 Agar penelitian ini menjadi lebih fokus, maka peneliti ini dibatasi pada:

a.     Penelitian ini di batasi pada penelitian tentang nialai, sikap, dan sensation seeking motifasi dan nilai untuk mengunjungi danau sentani.

b.    Penelitian ini dilakukan kepada orang orang yang mengetahui mengenai danau sentani.


1.4  RUMUSAN MASLAH

a.     Bagaimana dampak pencemaran air terhadap kualitas Danau Sentani, dan apakah terdapat pola pencemaran yang dapat diidentifikasi di wilayah sekitarnya.

 

b.    Sejauh mana praktik penangkapan ikan di Danau Sentani dapat dianggap berkelanjutan.

c.     Bagaimana perubahan pola pemungkiman suku di danau sentai.

 

1.5  TUJUAN PENELITIAN

a.      Untuk mengetahui dampak pencemaran air terhadap kualitas di danau sentani.

b.     Untuk mengetahui sejauh mana praktik penangkapan ikan di danau sentani.

c.      Untuk mengetahui  bagaimana perubahan pola pemungkiman suku di danau sentani.

 

 

BAB II

LANDASAN TEORI


2.1  KAJIAN TEORI

       Peneliti akan meneliti beberapa bagia kajian teori tentang keunikan Danau Sentani Di Jayapura.

     Menurut kepala suku J. Modouw, danau Sentani terletak dibawa kaki pegunungan Dobonsolo. Namun kala para Pelaut Spanyol yang berlayar di lautan depan pegunungan Dobonsolo, mereka memberikan sebutan pegunungan tersebut “Cycloop”, yang adalah salah satu perwujudan raksasa bermata satu dalam kepercayaan Yunani kuno.

      Menurut Bapak Moses Hermanus Ohee (ww 2 Juni 2019), sekalipun Festival Danau Sentani berlangsung secara rutin tiap tahunnya, masyarakat kecewa dengan tujuan awal ‘menghidupkan kebudayaan Sentani’ yang tidak terwujud dengan baik Masyarakat merasa site tidak hidup dan kurang bermanfaat untuk masyarakat adat. Site dirasa hanya menguntungkan wisatawan dan mejadikan masyarakat hanya sekedar penonton akan kebudayannya sendiri. Bapak Marthen Ohee menyayangkan hal ini, berkaitan juga dengan masyarakat yang kini ia rasa makin pasif untuk terlibat dalam melestarikan kebudayaannya sediri.

    Menurut Yoeti (2002) fasilitas dan pelayanan wisata yang dimaksud adalah semua fasilitas yang dibutuhkan dalam perencanaan kawasan wisata. Fasilitas tersebut termasuk tour and travel operation (disebut juga pelayanan penyambutan). Fasilitas tersebut misalnya: restoran dan berbagai jenis tempat makan lainnya, toko toko untuk menjual hasil kerajinan tangan, cinderamata, bank, money changer, dan fasilitas pelayanan keuangan lainnya.

 

 2.2   PENELITIAN TERDAHULU

       Penelitian terdahulu adalah penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa orang dan biasanya digunakan untuk dijadikan acuan atau perbandingan dengan penelitian yang akan penulis lakukan. Pada bagian ini peneliti akan mencantumkan beberapa penelitian tentang keunikan danau sentani di Jayapura.

      Menurut Bapak Marthen Ohee (ww 1 Juni 2019), Taman Wisata Kalkhote adalah sebuah proyek yang pertama kali dicetuskan awal 2000 oleh Bupati menjabat dan pemerintah provinsi dalam rangka terus menghidupkan kebudayaan serta mempromosikan kebudayaan lokal Sentani kepada masyarakat umum. Setelah ide ini dicetuskan, tahun 2007 terpilihlah lahan yang sekarang menjadi Taman Wisata Kalkhote dengan pertimbangan dengan lokasinya yang menghadap langsung ke jajaran kepulauan Asei

       Seorang Kepala Suku, J. Modouw (ww 10 Maret 2019) menuturkan bahwa terdapat beberapa perubahan yang terjadi di Sentani. Salah satu yang sangat mencolok adalah efek dari pertambahan populasi penduduk di sekitar Danau Sentani. Akibat usaha budidaya ikan secara sembrono danau semakin meningkat, kadar kebersihan di air danaupun semakin menurun; air danau yang tadinya bening dan bisa langsung diminum kini sudah tercemar. Sampah rumah tangga juga dapat ditemui di tepian pantai Danau Sentani seperti di sepanjang pesisir pantai dari Yoka dan Warna, juga di Yabaso hingga Netar. Adapun kini gulma enceng gondok di tepian danau membuat luas permukaan danau semakin menyempit.

 

2.3. KERANGKA BERPIKIR

Kerangka berpikir ini diarahkan untuk memberikan pemahaman yang mendalam. tentang tantangan pelestarian danau serta pelestarian kearifan budaya di sekitar Danau Sentani.

 

 

2.3 Diagram kerangka berpikir


 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1 JENIS PENELITIAN

      Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan berbentu deskriptif. Dalam penelitian ini penulis berusaha memaparkan atau menggambarkan secara detail dan sistematis tentang pentingnya partisipasi masyarakat yang ada di sekitaran danau sentani. Danau Sentani merupakan danau terbesar kedua di Papua, dengan luas 9.360 hektar dan memiliki kedalaman 52 meter serta berada di ketinggian sekitar 72 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan RTRW 2008-2028 Kabupaten Jayapura, Danau Sentani merupakan obyek wisata unggulan dan destinasi wisata di Jayapura, Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan yang ada dalam upaya mengembangkan Danau Sentani sebagai destinasi wisata dunia. Pendekatan ekologi dan budaya digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan potensi Danau Sentani. Metode analisis dengan menggunakan SWOT untuk mengetahui potensi dan strategi pengembangannya.


3.2 LOKASI PENELITIAN

     Lokasi penelitian ini yakni berada di Danau Sentani Kabupaten Jayapura yang berlangsung bulan Oktober-November 2011.

     Danau sentani adalah danau yang terletak di papua indonesia. Danau sentani berada di lereng pegunungan cagar alam cyclops yang memiliki luas sekitar 240.000 hektar. Danau ini terbentang antara kota Jayapura dan kabupaten Jayapura,papua. Danau sentani yang memilikki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau sentani merupakan danau terluas dipapua.

 

3.3 INFORMAN PENELITIAN

      Penentuan informan atau narasumber dalam penelitian ini untuk diwawancarai secara mendalam dilakukan dengan cara,peneliti memilih orang yang dipandang memiliki pengeteahuan dan informasi mengenai permasalahan yang akan diteliti melalui penentua sampel yaitu penarikan informan secara porposive yang dilakukan memilih subjek berdasarkan kriteria spesifik yang ditetapkan penelit.


3.4 TEKNIK PENGUMPULAN DATA

    Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data hasil wawancara tentang jumlah budidaya dan produksi ikan jaring apung serta jumlah tangkapan ikan tangkap yang terjaring setiap hari, bulan dan tahun oleh masyarakat, Wawancara yang dilakukan disini yakni menggali data tentang pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan Danau Sentani

    Data sekunder yang dikumpulkan berupa gambaran umum wilayah Kabupaten Jayapura terdiri dari iklim, topografi, geologi, hidrologi, vegetasi, flora dan fauna, sistem pemerintahan, penyebaran penduduk, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta potensi SDA dan Lingkungan yang dimiliki Danau Sentani.


3.5 TEKNIK KEABSAHAN DATA

     Dalam penelitian ini, semua hal harus dicek keabsahannya agar hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan dapat dibuktikan keabsahannya.

  Trigulasi dengan sumber dapat dicapai melalui beberapa jalan,yaitu:

a.      Membandingkan data hasil hasil pengamatan dan hasil wawancara

b.     Membandingkan apa yang dikatakan orang yang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

c.      Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu.

  

3.6 METODE ANALISIS DATA

    Kerangka dan prosedur penilaian ekonomi ekosistem Danau dengan ekosistem lainnya seperti situ, atau waduk pada prinsipnya tidak berbeda. Hal yang membedakan adalah fungsi dan pemanfaatan masing-masing sumber daya alam dan lingkungan yang terdapat pada ekosistem bersangkutan. Identifikasi awal dilakukan guna memperoleh data/informasi sebanyak mungkin mengenai manfaat ekosistem Danau Sentani terutama yang mempunyai manfaat strategis di lokasi studi/ kajian untuk dihitung nilai ekonominya. Penentuan nilai ekonomi pada ekosistem Danau Sentani, akan memberi dampak yang berbeda terhadap pemanfaatan dan perlakuan ekosistem tersebut.



BAB IV

PEMBAHASAN

 

     Pada bab ini peneliti akan menguraikan data dan hasil penelitian tentang permasalahan yang telah dirumuskan pada bab l, yaitu danpak pencemaran air di danau sentani, peraktik penangkapan ikan di danau sentani dan perubahan pola hidup di danau sentani. Penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan, didasari oleh orang atau perilaku yang diamati.


lV.1  DAMPAK PENCEMARAN AIR DI DANAU SENTANI

      Danau sentani merupakan salah satu  sumber daya  alam  yang  sangat  potensial  jika dikelola  dengan baik,  antara  lain  sebagai  sumber  air bersih, perikanan, transportasi, irigasi dan ekowisata. Potensi  ini  akan  sangat  menarik  investor  untuk  menanamkan  modal  yang  pada  gilirinnya  dapat menaikkan  kualitas  perekonomian  wilayah.  Namun,danau yang diharapkan memberi nilai tambah ekonomi,sosial dan ekologi ini telah terancam keberlanjutannya oleh  karena  degradasi  lingkungan  atau  telah  terjadi pencemaran (BP DAS, 2005; Dinas PU Jayapura, 2007).Degradasi lingkungan  ini  dita,andai  dengan tingginya erosi  sebesar  94,52 ton/ha/tahun  yang  telah  melebihi nilai erosi yang dapat ditoleransi yakni 25 ton/ha/tahun(BP DAS, 2005).

      Pencemaran  air  berdampak  pada  suplai  airminum, ekosistim, ekonomi, serta kesehatan manusia dan keamanan sosial (social security). Sekitar3-4 juta jiwa  penduduk  dunia  meninggal   setiap  tahun disebabkan  oleh  waterborne  diseases,  termasuk  didalamnya lebih dari 2 juta jiwa anak-anak meninggal karena diare. Negara-negara berkembang sangat rentan terkena dampak negatif dari pencemaran air khususnya perkampungan kota yang miskin dan kotor (Andreasetal.,2001).

 

     Hal ini menunjukkan bahwa pencemaran dapat timbul  sebagai  akibat  kegiatan  manusia  (selain  yang disebabkan  oleh  alam  -  misal  gunung  meletus,  gas beracun).  Ilmu  lingkungan  biasanya  membahas pencemaran yang disebabkan oleh  aktivitas  manusia,yang  dapat  dicegah  dan  dikendalikan.  Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan    adalah    mengurangi    pencemaran,mengendalikan  pencemaran,   dan  meningkatkan kesadaran,  partisipasi  dan  kepedulian  masyarakatterhadap  lingkungannya  agar  tidak  mencemari lingkungan.

 

lV.2 PRAKTIK PENANGKAPAN IKAN DI DANAU SENTANI

    Masyarakat di Papua dikenal memiliki beragam tradisi dan budaya unik dalam mengelola sumber daya alam. Salah satunya, seperti dipraktikkan oleh masyarakat Sentani yang menghuni pinggiran Danau Sentani, terutama dalam hal menangkap ikan yang telah dilakukan turun temurun.

Praktik menangkap ikan dengan cara tradisional itu disebut bhukhere.

      Danau Sentani merupakan  danau terluas di Papua dengan luas 9.360 hektar, terletak di ketinggian 85 mdpl dan berkedalaman air sekitar 75 meter. Danau Sentani juga unik; satu-satunya danau yang terbentuk akibat aktivitas tektonik berupa landslide dam. teknik menangkap ikan dengan cara tradisional ini dilakukan dengan menancapkan daun sagu di pinggiran pantai atau pesisir secara melingkar. Lingkaran tersebut berisi pelepah sagu, ranting-ranting kayu, serta daun-daun yang ada di sekitar danau, kemudian disusun dari dasar hingga permukaan air.


lV.3 PERUBAHAN POLA PEMUNGKIMAN TRADISIONAL SUKU DI DANAU SENTANI

     Permukiman tradisional suku Sentani terbentuk oleh budaya dan karakteristisk suku Sentani yang unik. Permukiman Kampung Ifale suku Sentani berada di pesisir Danau Sentani dan berorientasi terhadap danau sebagai eksistensi kehidupan. Keberadaan masyarakat suku Sentani di Danau Sentani telah melangsungkan kehidupan sejak terjadinya perang suku zaman nenek moyang dan sampai saat ini masih tetap berkehidupan di pesisir Danau Sentani dalam usaha mempertahankan kehidupan yang berkelanjutan. Permukiman dan perumahan suku Ifale Sentani berada di Kampung Hobong yang terbentuk dari kesatuan tiga kelompok kekerabatan yang berbeda yaitu Asei, Ifale dan Ifar Besar.

 

       Dalam kehidupan bersama tetap menjaga tradisi yang dilakukan secara turun temurun dengan menyesuaikan kondisi yang baik dirumah maupun di lingkungannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan pola permukiman tradisional suku Sentani di Danau Sentani, dan pengaruhnya terhadap pola hidup masyarakat tradisional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif.

     Hasil penelitian menunjukkan analisa kualitas permukiman dan lingkungan, analisa kekhasan fisik permukiman dan analisa perubahan permukiman tradisional mempengaruhi perubahan pola hidup masyarakat ditunjukkan adanya perubahan pola permukiman yang dipengaruhi sosial, ekonomi dan budaya masyarakat yang merubah pola hidup masyarakat dari cara hidup komunal menjadi individual dan adanya perubahan permukiman tradisional suku Sentani dari berbentuk linier manjadi menyebar. Perubahan pola hidup dilakukan untuk meningkatkan eksistensi hidup masyarakat suku agar dapat bersaing dalam kehidupan bermasyarakat dan membawa masyarakat menuju kehidupan masyarakat yang berkelanjutan.

 

BAB V

PENUTUP

 

V.1 KESIMPULAN

     Danau Sentani adalah permata alam Indonesia di wilayah timur lebih tepatnya di jayapura papua yang patut untuk dijaga dan dilestarikan. Keindahan alamnya, keanekaragaman hayatinya, dan kehidupan masyarakat sekitarnya menjadikan Danau Sentani sebagai destinasi pariwisata yang menarik dan memberikan banyak pelajaran berharga tentang pentingnya konservasi alam. Sebagai warga negara, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan keindahan danau ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.


V.2 SARAN

Berdasarkan kesimpulan penelitian, maka peneliti menyarankan sebagai berikut:

a.Untuk pemerintah supaya tetap memperhatikan dengan ketat para wisatawan yang melakukan wisata di danau sentani

b. Untuk masyarakat supaya seelalu memperhatikan dan berpartisipasi dengan baik kepada para wisatawan terkhusus para peneliti suupaya peneliti memperoleh data dengan akurat dan valid.

c. Untuk peneliti selanjutnya supaya memperhatikan dengan baik informan penelitian supaya data yang diperoleh benar-benar sesuaidengan data dari tempat penelitian.

 

  

DAFTAR PUSTAKA

 

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang 1.1.1. Sejarah Sentani http://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/unduh/455465

PENGEMBANGAN POTENSI DANAU SENTANI SEBAGAI DESTINASI https://e-journal.trisakti.ac.id/index.php/semnas/article/download/3416/2896/8794

http://pariwisata.papua.go.id/wisata/danau-sentani/16

VALUASI EKONOMI DANAU SENTANI DI KABUPATEN JAYAPURA https://ojs.unud.ac.id/index.php/ECOTROPHIC/article/download/13580/9251/

https://ojs.unud.ac.id/index.php/ECOTROPHIC/article/download/13580/9251/

https://www.mongabay.co.id/2023/06/13/perkenalkan-bhukhere-alat-tangkap-ikan-tradisional-masyarakat-sentani/

https://pamsimas.pu.go.id/danau-sentani-keindahan-tanah-papua-yang-tiada-dua/

https://jayapurakab.go.id/danau-sentani-akan-dikembangkan-untuk-wisata-air.html


Penulis :

Nama : KALEP MESAK KOYARI

NIT : 202312011

Program Studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023

Akademi Pelayaran Nasional Surakarta 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TARIAN INDAH KABUPATEN SIKKA, MAUMERE, NTT

KEUNIKAN TENUN RAGI WO’I KHAS NAGEKEO DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR

KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO NUSA TENGGARA TIMUR