Tugu Perjuangan di Pusat Kota Jakarta
TUGU PERJUANGAN DI PUSAT KOTA JAKARTA
PAPER
Diajukan kepada Akademi Pelayaran Nasional
Surakarta untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia Sebagai Persyaratan
Akhir Semester
Disusun
Oleh:
Aliah
Oktaviani
NIT:
202312001
PROGRAM
STUDI
MANAJEMEN
LOGISTIK
AKADEMI
PELAYARAN NASIONAL
SURAKARTA
2023
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT. Yang telah memberikan kita nikmat, diantaranya nikmat
iman,islam dan nikmat sehat wal afiyat. Sehingga,kami bisa menyelesaikan
makalah ini sebagai tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Perkenakan
saya adalah salah satu Taruni tingkat I dari kampus Akademi Pelayaran
Surakarta. Nama penulis, Aliah Oktaviani, Prodi Manajemen Logistik.
Kami menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu,kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini.Sekian,kami sampaikan terima kasih.
Surakarta, Oktober 2023
Penulis
DAFTAR ISI
2.2 Kajian Hasil
Penelitian Terdahulu
3.3 Subyek dan Informan
Penelitian
4.2 Pentingnya Sejarah
Bagi Generasi Muda
4.3 Peran Generasi
Penerus Bangsa Terhadap Sejarah
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Monumen
Nasional (Monas) merupakan Tugu peringatan akan Proklamasi kemerdekaan
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Gagasan untuk membangun monumen Nasional
terwujud nyata pada waktu bangsa Indonesia memperingati genap dua windu Republik
Indonesia merdeka.
Monas
atau Monumen Nasional merupakan iconic dari kota Jakarta yang terletak di pusat
kota. Dibandingkan icon-icon pada kota lain, Monas adalah salah satu iconic
dari sejarah bangsa Indonesia dan menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun
mancanegara.
Generasi
muda merupakan generasi penerus bangsa yang harus melestarikan budaya Indonesia
dan melestarikan sejarah-sejarah bangsa Indonesia.
1.2. Identifikasi Masalah
Monumen Nasional
(Monas) adalah destinasi di pusat kota,yang berisi sejarah berdirinya bangsa Indonesia.Namun
era sekarang banyak destinasi-destinasi wisata yang menarik perhatian kalangan
remaja. Maka disini penulis ingin menjelaskan pentingnya mempelajari sejarah
bagi penerus bangsa.
1.3. Pembatasan Masalah
a) Sejarah
Monumen Nasional
Tepat
pada tanggal 17 Agustus 1954 komite Nasional mengutus untuk mengadakan
sayembara untuk perancangan Monumen Nasional yang digelar pada tahun 1955.Namun
selama sayembara di lakukan hanya ada satu rancangan yang memenuhi kriteria
dari komite, yaitu karya dari Frederich Silaban.
b) Faktor
Pendorong Penggunaan karya Frederich Silaban
Karna
hanya karya rancangan Frederich Silaban yang memenuhi kriteria yang ditentukan oleh komite setelah
melakasanakan sayembara ke dua.
1.4 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
sejarah Monumen Nasional?
2. Mengapa
penting mempelajari sejarah?
3. apa
peran generasi penerus bangsa terhadap sejarah?
1.5 Tujuan Penelitian
1) Menarik
perhatian pembaca untuk mengunjungi Monumen Nasional
2) Menumbuhkan
rasa cinta terhadap tanah air
1.6 Manfaat Penelitian
3) Monas
menjadi destinasi wisata yang selalu di kunjungi
4) Menumbuhkan
jiwa nasionalisme
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kajian Teori
Maka penulis akan
memaparkan beberapa kajian teori tentang Monumen Nasional dan generasi muda.
Berikut merupakan teori terkemuka tentang Monumen Nasional dan generasi muda:
Sejarah
adalah cerita tentang peristiwa masa lampau yang benar-benar terjadi, bahwa
sebuah peristiwa yang terjadi dan benar-benar terjadi di masa lampau. (Hugiono
dkk,1991:1).Generasi muda adalah generasi yang memiliki karakter. Karakter
dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk
hidup dan bekerja sama dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara
(Samani & Hariyanto, 2016, 41)
Monumen
adalah bangunan atau tempat yang mempunyai nilai sejarah yang penting maka dari
itu dipelihara dan dilindungi oleh Negara. Monumen juga diartikan dengan
bangunan (berupa tugu) sebagai peringatan suatu peristiwa dalam sejarah
(Marhijanto, 1995:414).
DKI
memiliki banyak destinasi wisata yang menarik salah satunya adalah Monumen
Nasional (Monas) yaitu tugu yang di bangun untuk mengenang kegigihan rakyat
Indonesia dalam melawan para penjajah di jaman dulu (Nazmirwan.2019:10).Dalam perancangan
dan arsitektur dari tugu Monumen Nasional memiliki unsur-unsur dan lambang dari
budaya Indonesia (Bambang Supriyadi.2004:10)
2.2 Kajian Hasil Penelitian
Terdahulu
Beberapa
kajian penelitian terdahulu yang penulis temukan tentang sejarah Monumen
Nasional adalah sebagai berikut;
1. Peneliti pertama meneliti tentang “TUGU MONUMEN NASIONAL SEBAGAI LANDMARK KAWASAN SILANG MONAS” (Bambang supriyadi:2004) menyatakan prinsip yang diaplikasikan para arsitek untuk membuat perhatian orang tertuju pada bangunan yang dirancang. Letak dari Monumen Nasional berada pada tengah-tengah kawasan silang Monas.
2.
Peneliti kedua meneliti tentang “MONAS
SEBAGAI SIMBOL PERJUANGAN BANGSA INDONESIA” (Susilo, SS, M.Sc:) bagaimana latar
belakang sejarah munculnya ide atau gagasan pembangunan Monumen Nasional di
Jakarta, dan realisasinya pembangunan Monumen Nasional sebagai simbol nasional
Indonesia dalam transit, dan Peranan Bung Karno dalam pembangunan Monumen
Nasional
3. Peneliti
ketiga meneliti tentang “POTENSI DAN DAYA TARIK MONUMEN NASIONAL SEBAGAI SALAH
SATU OBJEK WISATA UNGGULAN DI JAKARTA” (Siva Sevhila Martine:2009) Penelitian
ini bertujuan untuk menjawab persoalan yang dipertanyakan yaitu apakah maksud
dan tujuan pemerintah dalam membangun Monumen Nasional, bagaimana potensi obyek
dan daya tarik wisata yang terdapat di Monumen Nasional, dan usaha apa saja
yang akan dilakukan pengelola Tugu Monumen Nasional dalam mengembangkan Monumen
Nasional sebagai obyek wisata unggulan di DKI Jakarta.
2.3 Rangka Berfikir
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis
penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu metode penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah sebagai lawannya
adalah eksperimen kunci dengan analisis data bersifat induktif dan hasil
penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi yaitu proses penalaran
yang bertolak dari individu menuju kumpulan umum.
3.2 Setting Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Lapangan Medan Merdeka
RT.5/RW.2,
Kelurahan Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota
Jakarta 10110 .Dasar pertimbangan penentuan lokasi karena Monumen Nasional ini
merupakan tempat dimana kita dapat belajar sejarah lahirnya Indonesia.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian ini berlangsung pada 10 Januari 2022. Penelitian dilakukan setelah persetujuan judul makalah.
3.3 Subyek dan Informan Penelitian
1) Informasi
Penelitian-penelitian ini akan menjelaskan lebih dalam tentang sejarah lahirnya
bangsa Indonesia yang di rangkum dalam tugu Monumen Nasional. Peneliti juga
ingin mengajak pembaca untuk mengunjungi Monumen Nasional sebagai bentuk
melestarikan sejarah dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.
2) Yang
menjadi subjek dalam hal ini adalah petugas monas, dan beberapa pengunjung
monas.
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Jenis
data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu:
1) Data
Primer
Yaitu
data yang bersumber atau yang diperoleh dari informasi berdasarkan hasil
wawancara dan observasi seperti sejarah tarian, struktur tarian dan upaya
pelestarian tarian tradisional kabupaten Sikka.
2) Data
Sekunder
yaitu
data yang diperoleh dari jurnal-jurnal serta beberapa refrensi dari
perpustakaan serta dokumen dan observasi yang diperoleh di lokasi penelitian.
3.5 Teknik Keabsahan Data
Dalam penelitian pemeriksaan
keabsahan data sangat diperlukan dalam penelitian kualitatif demi keaslian dan
kendalan serta tingkat kepercayaan data yang telah terkumpul. Teknik keabsahan
data adalah dengan menggunakan teknik triangulasi. Hal ini merupakan salah satu
pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data
untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data.(Moleong,
2006:330).
Dengan
menggunakan teknik pemeriksaan triangulasi sumber, peneliti mengumpulkan data
dengan wawancara yang dilakukan terhadap petugas Monas, dan beberapa pengunjung
Monas.
3.5 Teknik Analisis Data
Penelitian ini merupakan penelitian
deskriptif, yang bersifat uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi,
data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan
dalam bentuk deskriptif. Analisis data adalah proses mengatur urutan data,
mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan uraian dasar (Moleong,
2001:103) sebagai berikut:
1.
Reduksi Data
Reduksi
data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok memfokuskan hal-hal yang
penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu
(Sugiyono,2010:338).Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada keadaan di
sekitar Monumen Nasional.
2.
Penyajian Data
selanjutnya
adalah mendisplay data. Dengan mendisplaykan data akan memudahkan untuk
memahami apa yang terjadi dan merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa
yang telah dipahami tersebut (Sugiyono,2010:338). Dalam tahap ini, peneliti
menyajikan data dalam bentuk teks naratif agar mudah dipahami, sehingga
memudahkan dalam penarikan kesimpulan.
3.
Penarikan Kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah temuan baru
yang sebelumya belum pernah ada atau berupa gambaran suatu objek yang sebelumya
masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.. Dalam
penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian tentang pentingnya mempelajari
sejarah menggunakan media yang telah di bangun seperti Monumen Nasional yang
terbuka untuk umum.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Sejarah Monumen Nasional
Menurut catatan
sejarah perjalanan berdirinya
Monumen Nasional di mulai
pada tanggal 17 Agustus 1961, namun wacana pembangunan Tugu Nasional
telah menguat di tahun 1954. Pasca hari
kemerdekaan Republik Indonesia
di tanggal 17
Agustus 1954, dibentuklah sebuah panitia kecil yang bernama
Panitia Tugu Nasional. Panitia ini memiliki tugas utama yaitu membangun sebuah
landmark dalam bentuk
tugu yang berada
ditengah kota Jakarta.
Dalam
perkembanganya, panitia tugu
nasional selama 5
tahun telah bekerja
merancang pembangunan tugu nasional,
tetapi tidak dapat
berjalan maksimal dikarenakan
kewenangan terbatas panitia. Pada
tahun 1959, terdapat perubahan dalam kepanitian dari Tugu Nasional menjadi
panitia Monumen Nasional. Selain itu, perubahan tidak hanya dari penamaan
kepanitiaan tetapi juga pada struktural
panitia yaitu ditempatkannya
seorang pejabat tinggi militer yang memiliki
jabatan sebagai Komandan KMKB
Jakarta raya. termasuk
pergeseraan posisi Sarwoko
Martokusumo yang dahulu menjadi ketua
panitia digeser menjadi ketua harian
(Kanumoyoso, 2016: 5; Salam, 1989: 17j-21)
Dalam perkembangan
perjalanan panitia baru
ini tidak dapat
berkerja dengan maksimal, dikarenakan kurangnya profesionalitas
dari seluruh anggota panitia. Oleh sebab itu di tahun 1961 terjadi kembali
perombakan besar besaran dalam
susunan panitia tersebut.
Presiden Soekarno mengambil alih
komando dengan menjadikan
dirinya sebagai ketua
panitia dan menempatkan orang kepercayaanya yaitu Kolonel
Umar Wirahadikusuma sebagai ketua harian (Salam, 1989: 19-20)
Kepanitian yang
dipimpin oleh Soekarno
adalah merancang desain yang
akan digunakan untuk
pembangunan Monumen Nasional.
Oleh karena itu,
untuk mendapatkan sebuah desain
terbaik maka Presiden Soekarno
beserta seluruh kepanitiaan menyelengarakan sebuah
program yaitu sayembara
desain Monumen Nasional. Sayembara ini diselenggarakan secara
terbuka dan diselengarakan dua
kali, sayembara pertama
dilaksanakan pada bulan
Februari 1955-Mei 1956
dengan jumlah peserta
pendaftar yaitu 51
orang. Hasil dari sayembara pertama
tidak ada dari
seluruh peserta yang
menjadi juara satu,
hanya hasil yang dianggap terbaik yang menguat yaitu
adalah karya dari arsitek Fredrick Silaban (Kanumoyoso, 2016: 6).
4.2 Pentingnya Sejarah Bagi
Generasi Muda
Potensi generasi muda yang dimaksud
adalah bahwa generasi muda adalah generasi yang memiliki pengetahuan baru,
inovatif, dan kreatif yang dapat digunakan untuk membangun bangsa. Ketika generasi
muda memiliki pemahaman sejarah akan menjadi hal yang baik karena mereka dapat
belajar lebih banyak hal tentang pengorbanan, bela Negara, gigih serta tanggung
jawab. Di sisi lain sejarah dapat menjadi contoh ketika berjuang membela bangsa
Indonesia dalam melawan penjajah, hal ini bisa di dapatkan ketika generasi muda
mempelajari sejarah.
Sejarah juga termasuk hal yang penting bagi
generasi muda, dalam artian mereka juga perlu mengetahui budaya-budaya yang ada
di Indonesia. Pada era yang canggih dan modern ini, tidak semestinya generasi
muda lupa akan pentingnya memahami dan mempelajari proses sejarah. Dengan
perkembangan zaman justru anak muda bisa belajar sejarah dengan mudah, seperti
film film sejarah yang sudah diadopsi dari buku Maka dari itu, golongan muda
sangat penting untuk memahami sejarah,
Khusunya sejarah bangsanya dari masa ke masa.ketika
generasi muda suatu bangsa tidak mengetahui sejarah bangsanya sendiri, kemana
generasi milenial ingin membawa bangsanya? Padahal memahami sejarahlah kita
dapat mengetahui tujuan dan ideologi bangsa kita sendiri.
4.3
Peran Generasi Penerus Bangsa Terhadap Sejarah
Pengaruh globalisasi terhadap jiwa
nasionalisme di generasi muda memiliki dampak positif dan dampak negative di
era perkembangan ini. Penididikan sejarah memiliki peran besar dalam mencapai
perubahan diri generasi muda. Yang berperan untuk menanamkan rasa nasionalisme
dan nilai-nilai moral kebangsaan bagi generasi muda. Melihat perjuangan
pahlawan kita, kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya memaknai
perjuangan para pahlawan tersebut dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pemuda menjadi tonggak bagi bangsa
Indonesia,artinya bahwa penting adanya peran generasi muda dalam pembangunan
negeri ini. Berikut bebrapa peran generasi muda terhadap sejarah:
1. Agent
of Change
Agen
perubahan generasi muda memiliki peran untuk menjadi pusat kemajuan dan
perkembangan bangsa. dapat
dilakukan melalui pengadaan perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat,
baik secara nasional maupun daerah.
2. Agent
of Development
Agen pembangunan sebagai penerus
bangsa. Artinya bahwa generasi penerus bangsa memiliki peran dan tanggung jawab
dalam melaksanakan berbagai macam pembangunan di berbagai macam bidang, baik
pembangunan nasional maupun daerah.
3. Agent
of Modernization
Agen pembaharuan bangsa.artinya generasi muda
wajib memiliki kemampuan dalam menganalisa perubahan zaman yang berpengaruh
pada bangsa Indonesia. Sehinnga mereka dapat memilih mana yang harus di ubah
dan mana yang harus di pertahankan
4. Membangun Pendidikan
Adanya banyak tenaga pendidik yang masih
tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi
penerusnya.
5. Memiliki
Semangat Juang yang Tinggi
Sebagai generasi penerus bangsa yang terakhir adalah tertanam
nya jiwa semangat perjuangan yang tinggi pada generasi muda baik pada masa
sekarang maupun masa terdahulu.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Sebagai generasi penerus bangsa kita
harus memiliki jiwa nasionalisme untuk menghargai perjuangan dan pengorbanan
para pahlawan. Serta dapat beradaptasi pada era globalisasi dengan tetap
mencintai sejarah dan mempelajarinya yang juga terdapat di tugu Monumen Nasional
(Monas),sebagai media pembelajaran sejarah. Dan tetap menjadi generasi penerus
bangsa yang tidak melupakan sejarah lahir negaranya. Karna di bangunnya tugu
Monumen Nasional di pusat kota adalah sebagai bentuk perjuangan dan pengorbanan para pahlawan pada
masa penjajahan.
5.2 Saran
1) Melestarikan
wisata lokal
2) Mempelajari
sejarah
3) Cinta
terhadap tanah air
DAFTAR PUSTAKA
Sevhila,Siva.(2009).Potensi Dan Daya Tarik
Monumen Nasional Sebagai Salah Satu Obyek Wisata Unggulan Di Jakarta.Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM)
Supriyadi,Bambang.(2004).Tugu
Monumen Nasional sebagai Landmark Kawasan Silang Monas.Universitas Diponegoro
Ditya,dkk.(2022).Melacak
Sejarah Situs Monumen Nasional dan Pemanfaatan sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah
di SMA.Universitas PGRI Semarang
Pravita,Bhernadetta.(2011).Monas
sebagai Wajah Dewasa Kota Jakarta Analisis Manajemen Reputasi dalam Pengelolaan
Monas sebagai Ikon Negara.Universitas Bina Nusantara
Rizki,Dana.(2021).Pentingnya
Sejarah Bagi Generasi Muda.Universitas Pendidikan Indonesia
Ayu,Sintya.(2018).5 Peran Pemuda Sebagai Generasi Penerus Bangsa. https://guruppkn.com/peran-pemuda-sebagai-generasi-penerus-bangsa (Diambil 20/09/2023)


Komentar
Posting Komentar