UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN KREATIF DI DESA JANGGLENGAN KABUPATEN SUKOHARJO

 

UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN KREATIF

DI DESA JANGGLENGAN KABUPATEN SUKOHARJO

 

ARTIKEL PENELITIAN

 

Diajukan Kepada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian

Persyaratan Akhir Smester Mata Kuliah Bahasa Indonesia

 



Disusun Oleh:

CANTIKA NUR QOMARIAH

NIT : 202312005

 

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN LOGISTIK

AKADEMI PELAYARAN NASIONAL

SURAKARTA

2023


KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi Kesehatan serta melimpahkan rahmat dan hidayahnya serta karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan paper atau artikel penelitian tentang “UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN KREATIF DI DESA JANGGLENGAN KABUPATEN SUKHARJO” dengan lancer tanpa ada halangan apapun.

Sebelumnya, penulis akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama penulis adalah Cantika Nur Qomariah yang lahir di Sukoharjo pada tanggal 23 Februari 2005. Penulis berasal dari daerah Nguter kabupaten Sukoharjo. Penulis merupakan seorang Taruni tingkat I dari Akademi Pelayaran Nasional Surakarta dengan NIT 202312005 dan penulis mengambil program Pendidikan Manajemen Logistik.

Disini saya sebagai penulis akan mempromosikan sebuah desa wisata yang ada di Kabupaten Sukoharjo, yaitu Desa Jangglengan. Desa Jangglengan merupkan sebuah desa wisata yang terletak di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Secara Geografis, des aini terletak di aliran Sungai Bengawan Solo.

Desa Wisata Jangglengan Kampung Bengawan menyajikan sebuah wisata dengan konsep Waterfront Village Ecotourism berbasis sejarah dan budaya.

Tujuan dari penulisan paper ini yaitu yang pertama guna memenuhi sebagian persyaratan akhir semester mata kuliah Bahasa Indonesia dan untuk mempromosikan Desa Jangglengan sebagai desa wisata dan kreatif yang tergolong baru dalam pengembangan suatu desa untuk menjadi lebih maju dan terkenal di luar wilayah Sukoharjo khususnya di luar Kecamatan Nguter. Dengan adanya paper ini penulis berharap agar lebih banyak lagi masyarakat luar wilayah yang ingin mengetahui lebih dalam atau lebih jelas tentang Desa Jangglengan.

Dalam penulisan ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan guna menyempurnakan paper ini. Penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak pihak yang membantu dalam menyelesaikan paper ini.



Kartasura, Oktober 2023

 

  

 Penulis              

 

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ ii

DAFTAR ISI...................................................................................................................................... iii

BAB I

PENDAHULUAN..............................................................................................................................1

1.1 Latar Belakang Masalah ..............................................................................................................1

1.2 Identifikasi Masalah .....................................................................................................................1

1.3 Pembatasan Masalah.....................................................................................................................1

1.4 Rumusan Masalah........................................................................................................................1

1.5 Tujuan Penelitian .........................................................................................................................2

1.6  Manfaat Penelitian.......................................................................................................................2

BAB II

LANDASAN TEORI........................................................................................................................3

2.1 Kajian Teori ………....................................................................................................................3

2.2  Kajian Hasil Penelitian Terdahulu ............................................................................................. 3

2.3  Kerangka Berpikir...................................................................................................................... 4

BAB III

METODE PENELITIAN................................................................................................................. 5

3.1       Jenis Penelitian ....................................................................................................................... 5

3.2       Setting Penelitian ................................................................................................................... 5

3.3       Subyek dan Informasi Penelitian ........................................................................................... 5

3.4       Teknik Pengumpulan Data ..................................................................................................... 5

3.5       Teknik Keabsahan Data.......................................................................................................... 6

3.6       Teknik Analisis Data .............................................................................................................. 6

BAB IV

PEMBAHASAN............................................................................................................................. 7

4.1     Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Pengembangan Potensi Wisata di Desa Jangglengan........................................................................................................................... 7

4.1.1 Definisi Sumber Daya Alam...................................................................................................................................... 7

4.1.2 Macam-Macam Sumber Daya Alam di Desa Jangglengan……........……………….7

4.2      Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Peran BUMDes sebagai Pengelola Utama dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Jangglengan………………….......………………….7

4.2.1     Pemberdayaan Masyarakat Desa…………………………….....…………………7

4.2.2     Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)………………………….....……………….8

4.3       Konsep Waterfront Village Ecotourism…………………………………..………………8

BAB V

PENUTUP...................................................................................................................................... 10

5.1 Kesimpulan...............................................................................................................................10

5.2    Saran…………………..........................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA………..........................................................................................................11

LAMPIRAN....................................................................................................................................12


BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1            Latar Belakang Masalah

Pariwisata telah menjadi trend kehidupan manusia modern. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk didalamnya pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha yang terkait dengan bidang tersebut.

Pengembangan pariwisata merupakan alternatif rasional yang banyak dilakukan oleh negara-negara di seluruh dunia serta menjadi strategis. Desa wisata memiliki ciri khas atau karakter tertentu yang memiliki daya jual berupa kekayaan alam, budaya ataupun lingkungan yang memadai sehingga masyarakat yang berkunjung dapat menikmati, mengenal, dan mempelajari keunikan desa beserta segala daya tariknya.

Penulis membuat artikel penelitian ini guna mengenalkan lebih lanjut tentang “UPAYA PENGEMBANGAN DESA WISATA DAN KREATIF DI DESA JANGGLENGAN KABUPATEN SUKOHARJO” agar bisa menarik minat pengunjung dan dapat mengunjungi tempat tersebut.

 

1.2            Identifikasi Masalah

          1.Masih berkurangnya potensi ekonomi dalam bidang kuliner

          2.Sarana dan prasarana yang masih kurang

          3.Kurangnya pengujung yang datang

 

1.3            Pembatasan Masalah

a)  Sejarah Desa Jangglengan

Zaman dahulu, wilayah Desa Jangglengan merupakan hutan pohon jati. Jumlah pohon jati yang tumbuh di lokasi itu bisa mencapai ribuan batang. Mayoritas pohon jati tersebut berukuran besar dengan diameter di atas satu meter. Karena banyaknya pohon jati asal mula nama Desa Jangglengan yang dalam bahasa Jawa berarti buah jati. Karena banyaknya pohon jati yang tumbuh di desa tersebut berkualitas dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sebab semakin tua kayu pohon jati semakin berkualitas.

b)                    Faktor Pendorong Desa Jangglengan sebagai Desa Wisata

Faktor yang mendorong Desa Jangglengan bisa menjadi desa wisata karena adanya kesadaran yang dimiliki pemerintah desa dan koordinasi yang baik dengan masyarakat sekitar dan pemerintah kota yang mendukung dapat menciptakan desa wisata yang tergolong baru di Kabupaten Sukoharjo serta menjadi perwakilan Kabupaten Sukoharjo dalam Gelar Desa Wisata Jawa Tengah 2023.

 

1.4            Rumusan Masalah

a)                 Bagaimana pengelolaan sumber daya alam untuk pengembangan potensi wisata di Desa Jangglengan?

b)                 Apa peran BUMDES sebagai pengelola utama dalam pengembangan desa wisata di  Desa Jangglengan?

c)                 Apa yang dimaksud dengan konsep Waterfront Village Ecotourisme di Desa Jangglengan?

 

1.5            Tujuan Penelitian

a)                 Guna mengetahui bagaimana kelanjutan pengelolaan sumber daya alam untuk pengembangan potensi wisata di Desa Jangglengan.

b)                 Untuk mengetahui lebih dalam tentang peran BUMDES sebagai pengelola utama dalam pengembangan desa wisata di Desa Jangglengan.

c)                 Untuk mengetahui apa yang dimaksud dan apa yang termasuk kedalam konsep Waterfront Village Ecotourisme di Desa Jangglengan.

 

1.6            Manfaat Penelitian

1)  Bagi Penulis

Penulis dapat meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan desa wisata sekaligus penulis juga dapat memperoleh wawasan, pengetahuan, dan pengalaman tentang desa wisata.

2)  Bagi Pembaca

Manfaat penelitian ini bagi pembaca agar pembaca bisa mengetahui bahwa desa yang dulunya mayoritas lahan jati yang besar dan merupakan desa terpencil sekarang bisa berkembang menjadi salah satu desa wisata.

3)  Bagi Masyarakat

Masyarakat agar dapat mengetahui tentang kemajuan desanya yang bisa menjadi perwakilan kabupaten dalam sebuah kegiatan dan masyarakat juga harus bisa menjaga kemajuan desanya agar tetap aman, tentram, dan damai.


BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1   Kajian Teori

Peneliti akan meneliti beberapa kajian teori tentang desa wisata. Berikut adalah beberapa yang peneliti temukan yaitu:

Menurut Pariwisata Inti Rakyat (PIR) yang dimaksud dengan desa wisata adalah suatu daerah yang menyajikan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan serta potensi untuk dikembangkan komponen kepariwisataan (Soetarso Priasukmana, 2001:37)

Desa wisata secara sederhana dapat diartikan sebagai desa yang hidup mandiri tanpa melibatkan investor dengan potensi yang dimiliki dapat menarik wisatawan untuk datang berkunjung ke desa tersebut.

Pengembangan desa wisata merupakan realisasi dari Undang-Undang Otonomi Daerah (UU No.22/99), maka dari itu setiap kabupaten perlu memprogramkan pengembangan desa wisata sesuai dengan pola Pariwisata Inti Rakyat (PIR).

Dengan adanya realisasi UU No.22/99 Desa Jangglengan menjadi perwakilan Kabupaten Sukoharjo dalam kegiatan “Gelar Desa Wisata Jawa Tengah Tahun 2023” dengan mengangkat konsep Waterfront Village Ecotourisme.

 

2.1            Kajian Hasil Penelitian Terdahulu

Pada bab landasan teori memuat penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu atau peneliti sebelumnya yang bertujuan untuk mencari kesamaan atau perbedaan dalam penelitian yang akan dilakukan. Maka dengan adanya penelitian tersebut dapat mendasari pemikiran penulis dalam menyelesaikan paper atau artikel penelitian. Berikut beberapa penelitian terdahulu yang penulis jadikan acuan:

Penelitian pertama yaitu tentang pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di desa wisata Jatiluwih, Tabanan, Bali dalam jurnal yang ditulis oleh Made Heny A., Chafid Pindeli, M.Baiquni (2013) dengan hasil penelitian bahwa partisipasi masyarakat melalui pengambilan keputusan dan manfaat yang diterima oleh masyarakat tersebut.

Penelitian kedua yaitu tentang faktor keberhasilan pengembangan desa wisata di Dataran Tinggi Dieng yang ditulis oleh Manaf dan Putri (2013) dengan hasil penelitiannya yaitu adanya keunikan lokasi yang diciptakan oleh masyarakat desa, pelibatan masyarakat sebagai pelaku wisata utama, fasilitasi dana bantuan dan adanya tokoh penggerak.

Penelitian ketiga yaitu ditulis oleh Jejen Tajudin (2018) dalam skripsi tentang pengembangan desa wisata di Mangunan dalam meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) di Desa Mangunan, Dlingo, Bantul dengan hasil penelitian yaitu secara keseluruhan strategi pengembangan desa wisata tersebut cukup baik dengan berhasilnya menarik wisatawan. Daya tarik tersebut dengan membuat tempat berfoto yang bagus untuk para wisatawan yang berkunjung.

Dilihat dari beberapa peneliti terdahulu yang telah penulis paparkan diatas para peneliti sama-sama ingin mengetahui pengembangan desa wisata yang melibatkan beberapa pihak yang terkait. Maka penulis akan melanjutkan penulisan artikel ini dengan menjelaskan beberapa aspek yang telah dirumuskan oleh penulis.

 

2.3            Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir merupakan sebuah model konseptual yang berisi tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah di identifikasi sebagai sebuah permasalahan yang penting. Didalam penelitian ini kerangka berpikir menjelaskan tentang hubungan independen atau variabel bebas. Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemberdayaan masyarakat dan peran BUMDes.

Sedangkan variabel dependen atau terikat dalam artikel ini adalah pengelolaan sumber daya alam dalam pengembangan desa wisata.

 

Diagram 2.3 Kerangka Berpikir


BAB III

METODE PENELITIAN


3.1            Jenis Penelitian

Dalam penulisan artikel penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian dengan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sebuah kondisi obyek yang alamiah serta pengumpulan data tidak dipandu oleh teori tetapi dipandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian dilapangan. Oleh karena itu, analisis data yang dilakukan bersifat induktif sebab berdasarkan pada fakta yang telah ditemukan.

 

3.2            Setting Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Dipilihnya lokasi ini disebabkan tempat tersebut yang dijadikan sebagai desa yang ditunjuk untuk digunakan sebagai perwakilan dalam gelar desa wisata Jawa Tengah tahun 2023.

Waktu penelitian dilakukan oleh penulis pada 9 Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan penulis setelah mendapat persetujuan judul artikel penelitian.

 

3.3            Subyek dan Informasi Penelitian

a)                    Subyek

Subyek yang dimaksud oleh penulis dalam artikel penelitian ini yakni konsep yang dipilih oleh pengelola desa wisata yaitu konsep Waterfront Village Ecotourisme.

b)                    Informasi Penelitian

Penulis akan memberikan informasi dalam penelitian ini tentang pengembangan desa wisata di Desa Jangglengan, pengelolaan sumber daya alam, peran BUMDES sebagai pengelola utama, serta penulis akan mempromosikan desa wisata di Desa Jangglengan yang tergolong masih baru agar banyak pengunjung atau wisatawan yang ingin berkunjung ke desa tersebut.

 

3.4            Teknik Pengumpulan Data

Penulis menggunakan dua jenis pengumpulan data dalam penelitian yang penulis buat, yaitu sebagai berikut:

a)                    Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh oleh peneliti secara langsung seperti melakukan wawancara dengan pihak yang terkait atau dapat dilakukan secara observasi.

b)                    Data Sekunder

Data sekunder merupakan sebuah data yang diperoleh oleh peneliti dari sumber yang sudah ada sebelumnya, seperti buku referensi atau jurnal jurnal yang sudah ada sebelumnya.

 

 

3.5            Teknik Keabsahan Data

Dalam penulisan makalah atau artikel penelitian diperlukan keabsahan data karena digunakan untuk membuktikan penulis benar-benar melakukan penelitian secara ilmiah guna menguji kebenaran data yang diperoleh penulis.

Dalam artikel ini penulis memilih menggunakan teknik triangulasi sumber, data, dan waktu. Yang dimaksud dengan Teknik tersebut adalah cara mengecek data yang telah penulis peroleh dari berbagai sumber kemudian dianalisis sendiri oleh penulisan sehingga menghasilkan kesimpulan.

Teknik triangulasi mengecek data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan waktu yang telah ditentukan supaya mendapat data yang valid.

 

3.6            Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono teknik analisis data penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah.

Dalam penulisan artikel penelitian menggunakan data kualitatif model dari Miles dan Hubermen meliputi tiga hal, yaitu:

1)                    Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan dengan mencatat hal-hal penting yang diperlukan dalam penelitian tersebut, sehingga penulis dapat memfokuskan pengambilan data dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mempermudah peneliti membuat kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

2)                    Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, perbandingan, atau penjelasan antara kategori yang diteliti. Dalam penyajian data ini penulis menggunakan bentuk naratif deskriptif. Penggunaan penyajian ini akan mempermudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami pada data tersebut.

3)                    Penarikan Kesimpulan (Condusion Drawing)

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah merupakan temuan baru yang belum ada sebelumnya. Temuan ini dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek sebelumnya yang belum jelas sehinga setelah diteliti menjadi jelas. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan penelitian tentang Pengembangan Desa Wisata di Desa Jangglengan.


BAB IV

PEMBAHASAN


4.1.  Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Pengembangan Potensi Wisata di Desa Jangglengan

4.1.1. Definisi Sumber Daya Alam

Menurut Ahmad Heryawan, sumber daya alam merupakan tulang punggung suatu wilayah yang dapat memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti sektor pertanian dan perikanan yang akan mempengaruhi.

Pemanfaatan sumber daya alam ditentukan berdasarkan penggunaan sumber daya alam tersebut bagi manusia, misalnya penggunaan lahan pertanian yang subur dapat dijadikan daerah pertanian yang potensial.

4.1.2. Macam-Macam Sumber Daya Alam di Desa Jangglengan

                      Sumber daya tidak hanya meliputi jumlah bahan yang ada menuggu untuk diolah dan digunakan, tetapi sumber daya alam itu sendiri juga dinamis dan tidak berubah-ubah sifatnya. Berikut macam- macam sumber daya alam yang terdapat di desa wisata Desa Jangglengan sebagai berikut:

a)     Sumber daya alam yang tidak habis

Sumber daya alam yang tidak pernah habis atau selalu ada di alam karena sumber daya alam jenis inii dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, misalnya energi sinar matahari, udara, angin, dan lainnya.

b)     Sumber daya alam yang dapat diperbaruhi dan dapat dipelihara

Sumber daya alam yang dapat diperbaruhi adalah jenis sumber daya alam yang mudah untuk dipulihkan dan waktu yang diperlukan untuk pemulihan pun tidak terlalu lama. Sehingga ketika sumber daya alam ini habis makadapat diperoleh kembali melalui proses pembaruan, misalnya danau, sungai, tanah, hutan.

 

4.2.  Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Peran BUMDes sebagai Pengelola Utama  dalam Pengembangan Desa Wisata di Desa Jangglengan

4.2.1 Pemberdayaan Masyarakat Desa

                Dalam UU tentang Desa Nomor 6 Tahun 2014 pasal 12 dikatakan bahwa pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta memanfaatkan sumber daya guna kebutuhan masyarakat desa.

Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi alternatif dalam pembangunan telah berkembang dalam berbagai literatur dan pemikiran walaupun dalam kenyataannya belum secara maksimal dalam implementasinya.

Tujuan yang dicapai dari pemberdayaan adalah untuk membentuk individu dan masyarakat menjadi mandiri, meliputi mandiri berpikir, bertindak mengendalikan apa yang mereka lakukan.

4.2.2  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan pilar kegiatan ekonomi desa yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan komersial yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung. Secara umum pendirian BUMDes memiliki empat tujuan utama yaitu meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan menjadi tulang punggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan (PKSD,2007).

Pemerintah Desa Jangglengan dapat membangun optimisme dan kepercayaan masyarakat untuk meningkatkan kontribusi dan partispasi dalam membangun desa, termasuk dengan melibatkan BUMDes untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan kegiatan wisata. Yang diawali dengan kegiatan pembangunan kantor kepala desa dengan pendopo yang megah dan luas, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan potensi desa yang berupa taman desa, tempat pemancingan, kolam renang, serta argowisata dengan pemandangan dan ribuan burung blekok.

                                              

4.3  Konsep Waterfront Village Ecotourism

           Desa Jangglengan sebenarnya mempunyai potensi berupa banyaknya lahan tidur dengan pemandangan alam pegunungan dan aliran sungai yang asri sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata. Sungai Bemgawan Solo di Kabupaten Sukoharjo terus dieksplorasi untuk pengembangan wisata. Salah satunya off-road di bantaran sungai tersebut di Desa Jangglengan, Kecamatan Nguter. Kondisi geografis berupa pemandangan pegunungan dan lahan pertanian menjadi andalan tempat ini guna mendulang pendapatan desa.

Pengelola mengembangkan argoadventure yang artinya konsep wisata dengan mengendarai kendaraan off-road lalu memetik sendiri sayuran dan buah yang ditanam. Pengunjung bisa menikmati adrenalin serunya menaiki mobil jeep di medan off-road di sepanjang sungan Bengawan Solo di Desa Jangglengan dengan perjalanan sejauh 4 km dengan medan tanah naik turun dan berlumpur menjadi kesan yang menarik dalam wisata ini.

Mobil jeep yang digunakan untuk off-road sudah disiapkan oleh pengelola wisata ini. Para pengunjung atau wisatawan yang hadir hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 30.000 per orang. Dalam 1 mobil jeep dapat memuat paling banyak 4 orang penumpang dengan driver yang sudah berpengalaman pastinya. Rute dari off-road  ini melewati pertanian argowisata, dengan penumpang bisa memetisayur milik warga dan melewati pinggiran sungai bengawan solo, dengan pemandangan alam yang indah dan latar belakang pegunungan seribu. 

Selain off-road menggunakan mobil jeep, para wisatawan juga dapat menyusuri sungai Bengawan Solo menggunakan perahu wisata dengan tarif Rp 60.000,00 per-orang.


BAB V

PENUTUP


5.1  Kesimpulan

Desa Jangglengan memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang maju di Kabupaten Sukoharjo. Potensi wisata yang  dapat dikembangkan berupa off-road mobil Jeep, menyusuri sungai dengan perahu wisata, taman desa, pemancingan, kolam renang serta argowisata dengan pemandangan ribuan burung blekok.

Dalam penelitian ini, penulis menemukan beberapa faktor pendorong dalam pengembangan desa wisata Jangglengan seperti adanya koordinasi antara pemerintah desa dengan masyarakat dan pemerintah kota.

Strategi yang dilakukan yaitu mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Jangglengan seperti meningkatkan sarana dan prasarana yang ada serta meningkatkan semua potensi wisata yang sudah ada di desa tersebut.

 

5.2  Saran

Supaya penelitian ini dapat memberi manfaat baik bagi Desa Wisata Jangglengan maupun untuk pihak-pihak yang terkait dalam pengelolaan Desa Wisata Jangglengan, berikut ini beberapa saran yang dapat penulis sampaikan dalam penulisan artikel penelitian, sebagai berikut:

1)                 Pengelola desa wisata harus lebih banyak melakukan promosi baik secara langsung maupun secara online.

2)                 Melakukan beberapa kerjasama dengan beberapa pihak terkait.

3)                 Pengelola harus bisa lebih memaksimalkan beberapa potensi wisata yang sudah ada agar bisa lebih banyak pengunjung yang tertarik untuk datang berkunjung.


DAFTAR PUSTAKA


Wicaksono. (2021). Desa Jangglengan dan Kisah Pesanggrahan Raja Solo di Hutan Jati. Solopos.com (diakses pada 15 Oktober 2023, pukul 12.00)

Kawul. (2023). Nikmati Sensasi Off-road Bengawan Solo,Naik Jeep sambil Menikmati Pegunungan Seribu. RADAR SOLO (diakses pada 15 Oktober 2023, pukul 14.00)

Abdussamad. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Makasar: Syakir Media Press 



Penulis :

Nama : CANTIKA NUR QOMARIAH

NIT : 202312005

Program studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023 

Akademi Pelayaran Nasional Surakarta


LAMPIRAN

 







 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA

KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO NUSA TENGGARA TIMUR

KEUNIKAN TENUN RAGI WO’I KHAS NAGEKEO DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR

TARIAN INDAH KABUPATEN SIKKA, MAUMERE, NTT