ZIARAH SPIRITUAL DI UMBUL KENDAT, BOYOLALI

ZIARAH SPIRITUAL DI UMBUL KENDAT,

BOYOLALI

 

ARTIKEL PENELITIAN

 

Diajukan Kepada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian

Persyaratan Akhir Semester Mata kuliah Bahasa Indonesia

 


Disusun oleh :

Aprilia Indah Widya Pratiwi

NIT : 202312003

 

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN LOGISTIK

AKADEMI PELAYARAN NASIONAL

SURAKARTA

2023


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala limpahan rahmat serta hidayah- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan artikel penelitian dengan judul “Ziarah Spiritual Di Umbul Kendat, Boyolali” ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Raasulullah Muhammad SAW.

Sebelumnya penulis akan memperkenalkan diri terlebih dahulu, nama Penulis adalah Aprilia Indah Widya Pratiwi dengan Nomor Induk Taruna 202312003 dari kelas dan Prodi 1C/Manajemen Logistik, tempat tanggal lahir penulis Jakarta, 01 April 2005.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan penelitian ini tidak lepas dari dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Fitri Anekawati,S.Hum.,M.Li. selaku dosen pembimbing yang telah mengarahkan penulis dengan penuh perhatian dan ketulusan. Penghargaan yang tiada terhingga juga penulis tujukan kepada pihak Universitas, dosen-dosen pengajar, seluruh karyawan perpustakaan, dan teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan namanya satu persatu. Semoga Allah yang maha kuasa membalas jasa bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman- teman sekalian.

Dalam penulisan penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu masukan, saran, dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk pengembangan penulis selanjutnya. Sekian, semoga penelitian ini dapat bermanfaat.

Kartasura,    Oktober 2023

  

 

Penulis


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. 1

DAFTAR ISI. 2

BAB I. 1

PENDAHULUAN.. 1

1.1.      Latar Belakang. 1

1.2.      Identifikasi Masalah. 1

1.3.      Pembatasan Masalah. 2

1.4.      Rumusan Masalah. 2

1.5.      Tujuan Penelitian. 2

1.6.      Manfaat Penelitian. 3

BAB II. 4

LANDASAN TEORI. 4

2.1. Kajian Teori 4

2.2. Kajian  Hasil Penelitian. 4

2.3.Kerangka Berpikir. 6

BAB III. 7

METODE PENELITIAN.. 7

3.1.      Jenis Penelitian. 7

3.2.      Setting Penelitian. 7

3.3.      Subyek dan Informasi Penelitian. 7

3.4.      Teknik Pengumpulan Data. 8

3.5.      Teknik Keabsahan Data. 8

3.6.      Teknik Analisis Data. 8

BAB IV.. 10

PEMBAHASAN.. 10

3.1.      FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANGNYA KEPEDULIANMASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP UMBUL KENDAT. 10

3.2.      DAMPAK KURANGNYA KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP UMBUL KENDAT TERHADAP PARIWISATA RELIGIUS DAN POTENSI EKONOMI DI DAERAH BOYOLALI 13

3.3.      UPAYA DAN SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI UMBUL KENDAT. 14

BAB V.. 17

PENUTUP. 17

5.1.      KESIMPULAN.. 17

5.2.      SARAN.. 17

DAFTAR PUSTAKA.. 18

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.         Latar Belakang

Ditengah hiruk pikuk kehidupan, seringkali kita merindukan momen ketenangan dan keberadaan spiritual yang mampu membawa kita merasa dekat dengan alam sekitar. Ziarah spiritual merupakan aktivitas religius yang dilakukan oleh umat tertentu untuk mengunjungi tempat suci atau bersejarah yang diyakini memiliki nilai spiritual. Salah satu tempat ziarah yang populer di Indonesia adalah Umbul Kendat di Boyolali. Umbul Kendat memiliki nilai sejarah dan keberadaannya dianggap memiliki kekuatan spiritual yang mendalam. Dengan keindahan alamnya yang memukau, umbul kendat menawarkan pesona alam serta nilai spiritual yang mempesona.

Namun, meskipun memiliki potensi sebagai tempat ziarah yang menarik, kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya yang berharga membuat Umbul Kendat tidak berkembang dengan maksimal. Sehingga pada kesempatan ini penulis ingin membahas mengenai masalah tersebut. Penulis ingin mengkaji apa saja faktor yang mempengaruhi faktor Umbul Kendat yang tidak lagi berkembang. Serta penulis juga akan mencari tahu potensi dan solusi untuk mengembangkan pariwisata religius dari Umbul Kendat.

 

1.2.         Identifikasi Masalah

Dalam penelitian ini, penulis mengidentifikasi masalah penelitian menjadi seperti berikut :

1.     Kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya menjadi masalah yang perlu diteliti lebih lanjut.

2.     Penurunan minat ziarah, kurangnya perawatan terhadap situs bersejarah, dan

3.     Kehilangan potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari pariwisata religius.

 

1.3.         Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini, penulis akan memfokuskan pada kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan solusinya serta potensinya sebagai tempat ziarah spiritual di Boyolali. Penelitian ini tidak akan membahas aspek-aspek lain yang terkait dengan pariwisata di Boyolali.

 

1.4.         Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.     Apa faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya?

2.     Bagaimana dampak kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat terhadap pariwisata religius dan potensi ekonomi di daerah Boyolali?

3.     Apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi dari Umbul Kendat?

 

1.5.         Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:

1.     Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya.

2.     Mengetahui dampak kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat terhadap pariwisata religius dan potensi ekonomi di daerah Boyolali.

3.     Untuk mengeksplorasi implikasi kurangnya kepedulian masyarakat terhadap sejarah dan keberadaan Umbul Kendat terhadap pariwisata religi dan pembangunan ekonomi lokal.

 

1.6.         Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1.     Memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya.

2.     Memberikan rekomendasi kebijakan dan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat sebagai tempat ziarah spiritual.

3.     Mendorong pengembangan pariwisata religius di Boyolali dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

2.1. Kajian Teori

Menurut PPID Boyolali, cagar Budaya di Kabupaten Boyolali merupakan kekayaan budaya bangsa yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dalam rangka memajukan kebudayaan daerah untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna ziarah spiritual di Umbul Kendat di Plumbungan, Boyolali. Umbul Kendat merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Pengging yang menjadi objek wisata spiritual bagi peziarah. Penelitian ini layak untuk diangkat dan diteliti karena belum ada penelitian yang membahas tentang makna ziarah spiritual di Umbul Kendat, Boyolali.

Ziarah spiritual adalah bentuk perjalanan spiritual yang dilakukan oleh seseorang untuk memperdalam pengalaman keagamaannya. Ziarah spiritual dapat dilakukan ke tempat-tempat suci atau tempat-tempat yang memiliki makna khusus bagi umat beragama tertentu. Ziarah spiritual bertujuan untuk memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Umbul Kendat adalah situs peninggalan Kerajaan Pengging yang terletak di Desa Dukuh, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Umbul Kendat menjadi objek wisata spiritual karena memiliki arti khusus bagi peziarah. Ziarah spiritual adalah bentuk perjalanan spiritual yang dilakukan oleh seseorang untuk memperdalam pengalaman keagamaannya.

 

2.2. Kajian  Hasil Penelitian

Penulis menemukan beberapa penelitian sebelumnya mengenai umbul kendat, diantaranya :

1.     “Makna Ritual Kungkum di Umbul Nyai Kendat Plumbungan Kabupaten Bayolali Perspektif Agama Hindu” oleh Farida Setyaningsih. (2020)., Artikel jurnal ini mengeksplorasi makna ritual kungkum di Umbul Nyai Kendat Plumbungan dari perspektif agama Hindu. Ritual kungkum melibatkan penenggelaman diri dalam sumber air, dan artikel tersebut membahas signifikansinya dalam konteks praktik keagamaan Hindu.

2.     “Identifikasi dan Strategi Pengembangan Umbul Guyangan Sebagai Objek Wisata di Desa Bendan Kabupaten Boyolali” oleh Ridha, Aulia Ulfa dan Suharyani, S (2020), Meskipun artikel jurnal ini berfokus pada Umbul Guyangan, artikel ini memberikan beberapa informasi tentang Umbul Kendat juga. Disebutkan bahwa Umbul Kendat adalah objek wisata spiritual karena signifikansi historisnya dan keberadaan mata air alami. Artikel tersebut membahas potensi kegiatan ziarah di situs tersebut.

3.     “Perancangan Fotografi Pemandian Umbul Dalam Buku Direktori Sebagai Promosi Wisata Kabupaten Boyolali” oleh Auriga Hendrawan (2018), Artikel jurnal ini berfokus pada desain buku fotografi untuk mempromosikan pariwisata di Boyolali, termasuk Umbul Kendat. Disebutkan bahwa Umbul Kendat merupakan salah satu objek wisata mata air alami di Boyolali dan membahas potensi kegiatan ziarah di lokasi tersebut.

 

Hasil penelitian ini menunjukan pemahaman baru pada penulis tentang potensi dan daya tarik Umbul Kendat, serta memberikan masukan untuk pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik di masa mendatang. Selain itu perbedaan penelitian terdahulu dengan sekarang adalah penulis akan berfokus pada faktor dan dampak kurangnya perhatian masyarakat terhadap Umbul Kendat serta solusi dan potensi yang dimiliki Umbul Kendat.

 

2.3.Kerangka Berpikir


BAB III

METODE PENELITIAN

 

3.1.         Jenis Penelitian

Penelitian ini dibuat oleh penulis dengan menggunakan Metode Kualitatif yang merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk memahami faktor kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat secara mendalam dan kontekstual. Metode ini fokus pada interpretasi dan pemahaman makna yang diberikan terkait fenomena tersebut.


3.2.         Setting Penelitian

1.        Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di Dukuh Plumbungan, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia.

2.        Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan oleh penulis pada 1 Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan penulis setelah mendapat persetujuan judul artikel penelitian.

 

3.3.         Subyek dan Informasi Penelitian

1.     Subyek

Subjek penelitian yang dilakukan oleh penulis berfokus pada faktor dan dampak kurangnya minat warga mengembangkan tempat wisata, serta solusi dan potensi pariwisata spiritua Umbul Kendat yang mengidentifikasi potensi wisata spiritual di daerah  Umbul Kendat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai sejarah dan budaya daerah tersebut dan potensinya sebagai situs ziarah spiritual.

2.     Informasi Penelitian

Penulis akan memberikan informasi dalam penelitian ini tentang Penelitian yang dilakukan oleh PPID Boyolali (2023) mengidentifikasi potensi wisata spiritual dari Umbul Kendat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai sejarah dan budaya daerah tersebut dan potensinya sebagai situs ziarah spiritual.


3.4.         Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik Analisis Konten, yakni Teknik yang melibatkan analisis terhadap dokumen tertulis (misalnya artikel, laporan, atau transkrip wawancara) untuk mengidentifikasi tema dan pola yang muncul dari data tersebut. Analisis ini dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan perangkat lunak bantu.

 

3.5.         Teknik Keabsahan Data

Dalam penelitian ini, penulis berusaha menggunakan data yang valid dan terpercaya sehingga informasi yang telah dikumpulkan merupakan benar adanya. Maka dari itu penulis menggunakan Teknik keabsahan data Validitas Eksternal, yakni teknik yang berkaitan dengan kemampuan generalisasi hasil penelitian ke populasi atau situasi yang lebih luas. Beberapa teknik yang dapat digunakan adalah purposive sampling (memilih partisipan yang mewakili populasi yang diteliti), penjelasan kontekstual (menggambarkan konteks penelitian dengan detail), dan penggunaan teori sebagai dasar pemilihan sampel.

 

3.6.         Teknik Analisis Data

Menurut Sugiyono teknik analisis data penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah. Dalam penulisan artikel penelitian menggunakan data kualitatif model dari Miles dan Hubermen meliputi tiga hal, yaitu:

1.     Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan dengan mencatat hal-hal penting yang diperlukan dalam penelitian tersebut, sehingga penulis dapat memfokuskan pengambilan data dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mempermudah peneliti membuat kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

2.     Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, perbandingan, atau penjelasan antara kategori yang diteliti. Dalam penyajian data ini penulis menggunakan bentuk naratif deskriptif. Penggunaan penyajian ini akan mempermudah untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami pada data tersebut.

2.     Penarikan Kesimpulan (Condusion Drawing)

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah merupakan temuan baru yang belum ada sebelumnya. Temuan ini dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek sebelumnya yang belum jelas sehinga setelah diteliti menjadi jelas. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan penelitian tentang Pengembangan Desa Wisata di Desa Jangglengan.

 


 BAB IV

 

4.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANGNYA KEPEDULIANMASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP UMBUL KENDAT

Umbul Kendat adalah situs ziarah spiritual di Boyolali, Indonesia yang memiliki nilai sejarah dan agama yang tinggi. Kisah Umbul Kendat dimulai dengan Kerajaan Pengging, yang dipimpin oleh Raja Pembayun pada era Majapahit. Ki Ageng Pengging, yang dikenal sebagai pemberontak di Kesultanan Demak, adalah seorang tokoh yang menyebarkan Islam di wilayah tersebut dan juga pendiri Kerajaan Pengging.


Gambar 4.1. Umbul Kendat

 

 Keberadaan Umbul Kendat diyakini sebagai peninggalan Ki Ageng Pengging selama transisi dari Kerajaan Majapahit ke Kesultanan Demak, yang dibangun oleh Keraton Surakarta. Penggunaan Umbul Kendat secara khusus diperuntukkan bagi raja dan kerabat Kasunanan Surakarta.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa masyarakat sekitar kurang perduli terhadap Umbul Kendat diantaranya :

1.        Kurangnya manfaat ekonomi: Menurut sebuah studi tentang pengembangan Umbul Sewu sebagai tujuan wisata, situs ini hanya mampu mempekerjakan sekitar 25 pekerja dari masyarakat setempat. Ini mungkin tidak cukup untuk memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, terutama selama liburan dan akhir pekan ketika jumlah pengunjung lebih tinggi .

2.        Pembangunan sosial dan ekonomi yang terbatas: Studi lain tentang pengembangan Umbul Sewu sebagai tujuan wisata menunjukkan bahwa dampak situs terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat setempat terbatas. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infrastruktur yang tidak memadai, kurangnya pemasaran dan promosi, dan keterlibatan masyarakat yang terbatas dalam proses pembangunan.

3.        Eksploitasi sumber daya alam: Sebuah studi tentang status lingkungan Kabupaten Boyolali menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam di daerah tersebut mungkin berlebihan dan kurang menjadi perhatian masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh perilaku dominan dan eksploitatif negara dan pelaku ekonomi, yang mungkin menyebabkan kurangnya kepercayaan dan kerja sama antara masyarakat dan aktor eksternal.

4.        Kurangnya dukungan pemerintah: Kurangnya dukungan dan perhatian pemerintah terhadap Umbul Kendat juga dapat berkontribusi pada kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pendanaan yang terbatas, kebijakan dan peraturan yang tidak memadai, dan koordinasi yang terbatas antara lembaga pemerintah dan masyarakat lokal.

5.        Mitos sebagai akibat dari sejarah statis: Menurut Iswidayati (2007), mitos adalah hasil dari masyarakat yang berakar pada sejarah dan masa lalu yang statis. Ini menunjukkan bahwa masyarakat mungkin tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang sejarah sebenarnya dari Umbul Kendat.

6.        Kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai budaya: Studi tentang masyarakat Tengger oleh Kemdikbud (n.d.) menunjukkan bahwa penelitian tentang masyarakat adat umumnya berfokus pada upaya inventarisasi nilai, pola perilaku, bentuk budaya, dan budaya material. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mungkin tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai budaya yang terkait dengan Umbul Kendat.

7.        Kurangnya kesadaran akan nilai-nilai spiritual: Naskah akademik tentang pengelolaan warisan budaya di Boyolali oleh PPID Boyolali (2023) menyatakan bahwa nilai sosial atau spiritual adalah keterikatan emosional kelompok masyarakat tertentu dengan spiritual, tradisional, politik, atau suatu peristiwa. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mungkin tidak memiliki pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai spiritual yang terkait dengan Umbul Kendat.

 

Singkatnya, kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat lokal terhadap Umbul Kendat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti manfaat ekonomi yang terbatas, pembangunan sosial dan ekonomi yang terbatas, eksploitasi sumber daya alam, kurangnya dukungan pemerintah dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang tata cara mengelola sumber pariwisata. Mengatasi faktor-faktor ini mungkin memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal, lembaga pemerintah, dan aktor eksternal.

 

4.2         DAMPAK KURANGNYA KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP UMBUL KENDAT TERHADAP PARIWISATA RELIGIUS DAN POTENSI EKONOMI DI DAERAH BOYOLALI

Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dapat berdampak negatif terhadap wisata religi dan potensi ekonomi di wilayah Boyolali. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan dampaknya:

1.        Penurunan wisata religi: Umbul Kendat adalah situs yang memiliki makna religius, dan kurangnya pelestarian dan promosi dapat menyebabkan penurunan minat dari wisatawan religius. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung ke daerah tersebut, yang dapat berdampak ekonomi negatif pada masyarakat setempat.

2.        Potensi ekonomi yang terbatas: Kurangnya keterlibatan masyarakat dan dukungan pemerintah terhadap Umbul Kendat dapat membatasi potensi ekonominya sebagai tujuan wisata. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah Boyolali.

3.        Degradasi lingkungan: Kurangnya kepedulian terhadap Umbul Kendat juga dapat menyebabkan degradasi lingkungan di daerah tersebut. Hal ini dapat berdampak negatif terhadap sumber daya alam dan keanekaragaman hayati daerah tersebut, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi potensi ekonomi daerah tersebut.

4.        Dampak sosial dan budaya: Kurangnya pelestarian dan promosi Umbul Kendat juga dapat berdampak negatif terhadap sosial dan budaya masyarakat setempat. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya warisan budaya dan identitas, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan rasa kebersamaan masyarakat setempat.

Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat sangat berdampak negatif pada wisata religi dan potensi ekonomi di daerah Boyolali. Dampak tersebut dapat berupa menurunnya wisata religi, terbatasnya potensi ekonomi, degradasi lingkungan, serta dampak sosial dan budaya.

 

4.3.         UPAYA DAN SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI UMBUL KENDAT

Untuk mengatasi faktor-faktor dan dampak yang berkontribusi terhadap kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat lokal terhadap Umbul Kendat, berikut ini potensi yang dimiliki Umbul Kendat sebagai pariwisata religius :

1.        Potensi pengembangan Umbul Kendat sebagai pariwisata religius dapat dikaji dengan mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:

2.        Sejarah dan keunikan Umbul Kendat sebagai situs peninggalan Kerajaan Pengging yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat. Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah dan budaya daerah.

3.        Keberadaan makam-makam para wali dan sesepuh yang menjadi tempat ziarah bagi umat Islam. Kegiatan ziarah ke makam-makam tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin memperdalam pengalaman keagamaannya.

4.        Potensi Umbul Kendat sebagai tempat penyucian jiwa dan raga melalui ritual kungkum yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Ritual kungkum dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman baru dan memperdalam pemahaman tentang kebudayaan daerah.

5.        Pengembangan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung, seperti pengembangan akses jalan, pengembangan fasilitas parkir, pengembangan fasilitas sanitasi, dan pengembangan fasilitas pendukung lainnya. Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan yang berkunjung.

6.        Pengembangan promosi dan pemasaran yang tepat sasaran, seperti promosi melalui media sosial, promosi melalui pameran pariwisata, dan promosi melalui kerjasama dengan agen perjalanan wisata. Hal ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan meningkatkan perekonomian daerah.

Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, pengembangan Umbul Kendat sebagai pariwisata religius dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat dan meningkatkan perekonomian daerah.

 

Sedangkan untuk beberapa kemungkinan strategi yang dapat diterapkan demi menyelamatkan potensi Umbul Kendat sebagai berikut:

1.        Meningkatkan manfaat ekonomi: Untuk meningkatkan manfaat ekonomi Umbul Kendat bagi masyarakat setempat, upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur, pemasaran, dan promosi situs. Ini dapat melibatkan kolaborasi antara masyarakat setempat, lembaga pemerintah, dan aktor eksternal untuk mengembangkan praktik pariwisata berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.

2.        Memberdayakan masyarakat lokal: Untuk mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi di masyarakat setempat, upaya dapat dilakukan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Ini dapat melibatkan pemberian pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat tentang praktik pariwisata berkelanjutan, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.

3.        Mempromosikan konservasi lingkungan: Untuk mengatasi masalah eksploitasi sumber daya alam, upaya dapat dilakukan untuk mempromosikan konservasi lingkungan dan praktik pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Ini dapat melibatkan kolaborasi antara masyarakat lokal, lembaga pemerintah, dan aktor eksternal untuk mengembangkan kebijakan dan peraturan yang melindungi lingkungan dan mempromosikan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan.

4.        Meningkatkan dukungan pemerintah: Untuk mengatasi masalah terbatasnya dukungan pemerintah, dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan pendanaan dan koordinasi antara lembaga pemerintah dan masyarakat setempat. Ini bisa melibatkan upaya advokasi dan lobi oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya Umbul Kendat dan untuk mendapatkan dukungan pemerintah untuk pengembangan dan pelestariannya.


Singkatnya, mengatasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat lokal terhadap Umbul Kendat mungkin memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Strategi dapat mencakup peningkatan manfaat ekonomi, memberdayakan masyarakat lokal, mempromosikan konservasi lingkungan, dan meningkatkan  dukungan pemerintah.


BAB V

PENUTUP

 

5.1.         KESIMPULAN

Meski memiliki nilai sejarah yang dalam dan memungkinkan untuk dikembangkan menjadi objek pariwisata religius, sayangnya karena kekurangan dukungan dari pemerintah dan warga setempat Umbul Kendat belum mampu untuk lebih dikenal masyarakat luas. Akan tetapi itu masalah tersebut tentu bisa teratasi apabila masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam pengembangan Umbul Kendat sepagai tempat Pariwisata religious yang dapat menarik minat wisatawan.

 

5.2.         SARAN

Saran penulis adalah supaya Umbul Kendat bisa maju dan menjadi pariwisata religius yang terkenal. Dengan mempertimbangkan factor-faktor dari kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat dan solusi yang memungkinkan, tentu bukan hal yang mustahil bagi Umbul Kendat bisa menjadi tempat Ziarah Spiritual yang akan menarik wisatwan apabila dikelola dengan sungguh-sungguh.


DAFTAR PUSTAKA

 

Mulyono, Andi.(2009).Umbul Kendat Situs Hindu di Boyolali Yang Terlupkan.mahabharata-adiparwa.blogspot.com.(diambil pada /22/11/2023).

Ridha, Aulia Ulfa.(2020).Identifikasi dan Strategi Pengembangan Umbul Guyangan sebagai Objek Wisata di Desa Bendan Kabupaten Boyolali.publikasiilmiah.ums.ac.id.(Diambil pada /22/11/2023).

Setyaningsih, Farida.(2020).Makna Ritual Kungkum Di Umbul Nyai Kendat Plumbungan Kabupaten Boyolali Perspektif Agama Hindu.Sekolah Tinggi Hindu Dharma.


Penulis :

Nama : Aprilia Indah Widya Pratiwi

NIT : 202312003

Program studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023 

Akademi Pelayaran Nasional Surakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA

KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO NUSA TENGGARA TIMUR

KEUNIKAN TENUN RAGI WO’I KHAS NAGEKEO DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR

TARIAN INDAH KABUPATEN SIKKA, MAUMERE, NTT