ZIARAH SPIRITUAL DI UMBUL KENDAT, BOYOLALI
ZIARAH SPIRITUAL DI UMBUL KENDAT,
ARTIKEL
PENELITIAN
Diajukan Kepada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian
Persyaratan
Akhir Semester Mata kuliah Bahasa Indonesia
Disusun oleh :
Aprilia
Indah Widya Pratiwi
NIT : 202312003
PROGRAM STUDI
MANAJEMEN
LOGISTIK
AKADEMI
PELAYARAN NASIONAL
SURAKARTA
2023
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. atas
segala limpahan rahmat serta hidayah- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
artikel penelitian dengan judul “Ziarah Spiritual Di Umbul Kendat, Boyolali”
ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada
junjungan kita Raasulullah Muhammad SAW.
Sebelumnya penulis akan memperkenalkan diri terlebih dahulu,
nama Penulis adalah Aprilia Indah Widya Pratiwi dengan Nomor Induk Taruna
202312003 dari kelas dan Prodi 1C/Manajemen Logistik, tempat tanggal lahir
penulis Jakarta, 01 April 2005.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan penelitian ini
tidak lepas dari dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu,
dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, penulis ingin menyampaikan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Fitri Anekawati,S.Hum.,M.Li. selaku
dosen pembimbing yang telah mengarahkan penulis dengan penuh perhatian dan
ketulusan. Penghargaan yang tiada terhingga juga penulis tujukan kepada pihak
Universitas, dosen-dosen pengajar, seluruh karyawan perpustakaan, dan
teman-teman yang tidak bisa penulis sebutkan namanya satu persatu. Semoga Allah
yang maha kuasa membalas jasa bapak-bapak, ibu-ibu, dan teman- teman sekalian.
Dalam penulisan penelitian ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu masukan, saran, dan kritik yang membangun dari berbagai pihak sangat
diharapkan untuk pengembangan penulis selanjutnya. Sekian, semoga penelitian
ini dapat bermanfaat.
Kartasura,
Oktober 2023
Penulis
3.3. Subyek
dan Informasi Penelitian
3.1. FAKTOR-FAKTOR
YANG MENYEBABKAN KURANGNYA KEPEDULIANMASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP UMBUL KENDAT
3.3. UPAYA
DAN SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI UMBUL KENDAT
Ditengah hiruk pikuk kehidupan, seringkali kita merindukan momen
ketenangan dan keberadaan spiritual yang mampu membawa kita merasa dekat dengan
alam sekitar. Ziarah spiritual merupakan aktivitas religius yang dilakukan oleh
umat tertentu untuk mengunjungi tempat suci atau bersejarah yang diyakini
memiliki nilai spiritual. Salah satu tempat ziarah yang populer di Indonesia
adalah Umbul Kendat di Boyolali. Umbul Kendat memiliki nilai sejarah dan
keberadaannya dianggap memiliki kekuatan spiritual yang mendalam. Dengan
keindahan alamnya yang memukau, umbul kendat menawarkan pesona alam serta nilai
spiritual yang mempesona.
Namun, meskipun memiliki potensi sebagai tempat ziarah yang menarik,
kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya
yang berharga membuat Umbul Kendat tidak berkembang dengan maksimal. Sehingga
pada kesempatan ini penulis ingin membahas mengenai masalah tersebut. Penulis
ingin mengkaji apa saja faktor yang mempengaruhi faktor Umbul Kendat yang tidak
lagi berkembang. Serta penulis juga akan mencari tahu potensi dan solusi untuk
mengembangkan pariwisata religius dari Umbul Kendat.
Dalam penelitian ini, penulis mengidentifikasi masalah penelitian
menjadi seperti berikut :
1.
Kurangnya kepedulian
masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya menjadi masalah yang
perlu diteliti lebih lanjut.
2.
Penurunan minat
ziarah, kurangnya perawatan terhadap situs bersejarah, dan
3.
Kehilangan potensi
ekonomi yang bisa dihasilkan dari pariwisata religius.
Dalam penelitian ini, penulis akan memfokuskan
pada kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan solusinya
serta potensinya sebagai tempat ziarah spiritual di Boyolali. Penelitian ini
tidak akan membahas aspek-aspek lain yang terkait dengan pariwisata di
Boyolali.
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1.
Apa faktor-faktor yang menyebabkan kurangnya kepedulian masyarakat
setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya?
2.
Bagaimana dampak kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat
terhadap pariwisata religius dan potensi ekonomi di daerah Boyolali?
3.
Apa saja upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi dari
Umbul Kendat?
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan
kurangnya kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat dan sejarahnya.
2. Mengetahui dampak kurangnya kepedulian masyarakat
terhadap Umbul Kendat terhadap pariwisata religius dan potensi ekonomi di
daerah Boyolali.
3. Untuk mengeksplorasi implikasi kurangnya kepedulian
masyarakat terhadap sejarah dan keberadaan Umbul Kendat terhadap pariwisata
religi dan pembangunan ekonomi lokal.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul
Kendat dan sejarahnya.
2. Memberikan rekomendasi kebijakan dan strategi yang
dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat
sebagai tempat ziarah spiritual.
3. Mendorong pengembangan pariwisata religius di
Boyolali dan memanfaatkan potensi ekonomi yang ada.
Ziarah spiritual
adalah bentuk perjalanan spiritual yang dilakukan oleh seseorang untuk
memperdalam pengalaman keagamaannya. Ziarah spiritual dapat dilakukan ke
tempat-tempat suci atau tempat-tempat yang memiliki makna khusus bagi umat
beragama tertentu. Ziarah spiritual bertujuan untuk memperkuat iman dan
mendekatkan diri kepada Tuhan.
Umbul Kendat
adalah situs peninggalan Kerajaan Pengging yang terletak di Desa Dukuh,
Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Umbul Kendat menjadi objek wisata
spiritual karena memiliki arti khusus bagi peziarah. Ziarah spiritual adalah
bentuk perjalanan spiritual yang dilakukan oleh seseorang untuk memperdalam
pengalaman keagamaannya.
Penulis menemukan beberapa penelitian sebelumnya mengenai umbul kendat,
diantaranya :
1.
“Makna
Ritual Kungkum di Umbul Nyai Kendat Plumbungan Kabupaten Bayolali Perspektif
Agama Hindu” oleh Farida Setyaningsih. (2020)., Artikel jurnal ini mengeksplorasi makna ritual kungkum
di Umbul Nyai Kendat Plumbungan dari perspektif agama Hindu. Ritual kungkum
melibatkan penenggelaman diri dalam sumber air, dan artikel tersebut membahas
signifikansinya dalam konteks praktik keagamaan Hindu.
2.
“Identifikasi
dan Strategi Pengembangan Umbul Guyangan Sebagai Objek Wisata di Desa Bendan
Kabupaten Boyolali” oleh Ridha, Aulia Ulfa
dan Suharyani, S (2020),
Meskipun
artikel jurnal ini berfokus pada Umbul Guyangan, artikel ini memberikan
beberapa informasi tentang Umbul Kendat juga. Disebutkan bahwa Umbul Kendat
adalah objek wisata spiritual karena signifikansi historisnya dan keberadaan
mata air alami. Artikel tersebut membahas potensi kegiatan ziarah di situs
tersebut.
3.
“Perancangan
Fotografi Pemandian Umbul Dalam Buku Direktori Sebagai Promosi Wisata Kabupaten
Boyolali” oleh Auriga Hendrawan (2018), Artikel jurnal ini berfokus pada desain buku fotografi
untuk mempromosikan pariwisata di Boyolali, termasuk Umbul Kendat. Disebutkan
bahwa Umbul Kendat merupakan salah satu objek wisata mata air alami di Boyolali
dan membahas potensi kegiatan ziarah di lokasi tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukan
pemahaman baru pada penulis tentang potensi dan daya tarik Umbul Kendat, serta
memberikan masukan untuk pengembangan dan pengelolaan yang lebih baik di masa
mendatang. Selain itu perbedaan penelitian terdahulu dengan sekarang adalah
penulis akan berfokus pada faktor dan dampak kurangnya perhatian masyarakat
terhadap Umbul Kendat serta solusi dan potensi yang dimiliki Umbul Kendat.
1.
Lokasi Penelitian
Lokasi
penelitian dilakukan di Dukuh Plumbungan, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono,
Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia.
2.
Waktu Penelitian
Waktu
penelitian dilakukan oleh penulis pada 1 Agustus 2023. Penelitian ini dilakukan
penulis setelah mendapat persetujuan judul artikel penelitian.
3.3.
Subyek dan Informasi Penelitian
1. Subyek
Subjek
penelitian yang dilakukan oleh penulis berfokus pada faktor dan dampak
kurangnya minat warga mengembangkan tempat wisata, serta solusi dan potensi pariwisata
spiritua Umbul Kendat yang mengidentifikasi potensi wisata spiritual di
daerah Umbul Kendat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai sejarah dan budaya daerah tersebut
dan potensinya sebagai situs ziarah spiritual.
2. Informasi Penelitian
Penulis akan memberikan informasi dalam penelitian ini tentang Penelitian yang dilakukan oleh PPID Boyolali (2023) mengidentifikasi potensi wisata spiritual dari Umbul Kendat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi nilai-nilai sejarah dan budaya daerah tersebut dan potensinya sebagai situs ziarah spiritual.
Dalam
penelitian ini penulis menggunakan teknik Analisis Konten, yakni Teknik yang melibatkan analisis terhadap dokumen
tertulis (misalnya artikel, laporan, atau transkrip wawancara) untuk
mengidentifikasi tema dan pola yang muncul dari data tersebut. Analisis ini
dapat dilakukan secara manual atau dengan menggunakan perangkat lunak bantu.
Dalam penelitian ini, penulis berusaha menggunakan data yang valid dan
terpercaya sehingga informasi yang telah dikumpulkan merupakan benar adanya.
Maka dari itu penulis menggunakan Teknik keabsahan data Validitas Eksternal,
yakni teknik yang berkaitan dengan kemampuan generalisasi hasil penelitian ke
populasi atau situasi yang lebih luas. Beberapa teknik yang dapat digunakan
adalah purposive sampling (memilih partisipan yang mewakili populasi yang
diteliti), penjelasan kontekstual (menggambarkan konteks penelitian dengan
detail), dan penggunaan teori sebagai dasar pemilihan sampel.
Menurut Sugiyono teknik analisis data
penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah. Dalam penulisan
artikel penelitian menggunakan data kualitatif model dari Miles dan Hubermen
meliputi tiga hal, yaitu:
1. Reduksi
Data (Data Reduction)
Reduksi
data adalah proses penyederhanaan yang dilakukan dengan mencatat hal-hal
penting yang diperlukan dalam penelitian tersebut, sehingga penulis dapat
memfokuskan pengambilan data dan mempermudah peneliti untuk melakukan
pengumpulan data selanjutnya dan mempermudah peneliti membuat kesimpulan yang
dapat dipertanggungjawabkan.
2. Penyajian
Data (Data Display)
Penyajian data dapat dilakukan dalam
bentuk uraian singkat, bagan, perbandingan, atau penjelasan antara kategori
yang diteliti. Dalam penyajian data ini penulis menggunakan bentuk naratif
deskriptif. Penggunaan penyajian ini akan mempermudah untuk memahami apa yang
terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami
pada data tersebut.
2. Penarikan
Kesimpulan (Condusion Drawing)
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah
merupakan temuan baru yang belum ada sebelumnya. Temuan ini dapat berupa
deskripsi atau gambaran suatu objek sebelumnya yang belum jelas sehinga setelah
diteliti menjadi jelas. Dalam penelitian ini penulis memfokuskan penelitian
tentang Pengembangan Desa Wisata di Desa Jangglengan.
4.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANGNYA
KEPEDULIANMASYARAKAT SETEMPAT TERHADAP UMBUL KENDAT
Umbul
Kendat adalah situs ziarah spiritual di Boyolali, Indonesia yang memiliki nilai
sejarah dan agama yang tinggi. Kisah Umbul Kendat dimulai dengan Kerajaan Pengging,
yang dipimpin oleh Raja Pembayun pada era Majapahit. Ki Ageng Pengging, yang
dikenal sebagai pemberontak di Kesultanan Demak, adalah seorang tokoh yang
menyebarkan Islam di wilayah tersebut dan juga pendiri Kerajaan Pengging.
![]() |
| Gambar 4.1. Umbul Kendat |
Keberadaan Umbul Kendat diyakini
sebagai peninggalan Ki Ageng Pengging selama transisi dari Kerajaan Majapahit
ke Kesultanan Demak, yang dibangun oleh Keraton Surakarta. Penggunaan Umbul
Kendat secara khusus diperuntukkan bagi raja dan kerabat Kasunanan Surakarta.
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa masyarakat sekitar kurang
perduli terhadap Umbul Kendat diantaranya :
1.
Kurangnya
manfaat ekonomi: Menurut sebuah studi tentang pengembangan Umbul Sewu sebagai
tujuan wisata, situs ini hanya mampu mempekerjakan sekitar 25 pekerja dari
masyarakat setempat. Ini mungkin tidak cukup untuk memberikan manfaat ekonomi
yang signifikan bagi masyarakat, terutama selama liburan dan akhir pekan ketika
jumlah pengunjung lebih tinggi .
2.
Pembangunan
sosial dan ekonomi yang terbatas: Studi lain tentang pengembangan Umbul Sewu
sebagai tujuan wisata menunjukkan bahwa dampak situs terhadap kondisi sosial
dan ekonomi masyarakat setempat terbatas. Hal ini mungkin disebabkan oleh
berbagai faktor, seperti infrastruktur yang tidak memadai, kurangnya pemasaran
dan promosi, dan keterlibatan masyarakat yang terbatas dalam proses pembangunan.
3.
Eksploitasi
sumber daya alam: Sebuah studi tentang status lingkungan Kabupaten Boyolali
menunjukkan bahwa eksploitasi sumber daya alam di daerah tersebut mungkin
berlebihan dan kurang menjadi perhatian masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan
oleh perilaku dominan dan eksploitatif negara dan pelaku ekonomi, yang mungkin
menyebabkan kurangnya kepercayaan dan kerja sama antara masyarakat dan aktor
eksternal.
4.
Kurangnya
dukungan pemerintah: Kurangnya dukungan dan perhatian pemerintah terhadap Umbul
Kendat juga dapat berkontribusi pada kurangnya kesadaran dan kepedulian
masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pendanaan
yang terbatas, kebijakan dan peraturan yang tidak memadai, dan koordinasi yang
terbatas antara lembaga pemerintah dan masyarakat lokal.
5.
Mitos
sebagai akibat dari sejarah statis: Menurut Iswidayati (2007), mitos adalah
hasil dari masyarakat yang berakar pada sejarah dan masa lalu yang statis. Ini
menunjukkan bahwa masyarakat mungkin tidak memiliki pemahaman yang jelas
tentang sejarah sebenarnya dari Umbul Kendat.
6.
Kurangnya
pemahaman tentang nilai-nilai budaya: Studi tentang masyarakat Tengger oleh
Kemdikbud (n.d.) menunjukkan bahwa penelitian tentang masyarakat adat umumnya
berfokus pada upaya inventarisasi nilai, pola perilaku, bentuk budaya, dan
budaya material. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mungkin tidak memiliki
pemahaman yang jelas tentang nilai-nilai budaya yang terkait dengan Umbul
Kendat.
7.
Kurangnya
kesadaran akan nilai-nilai spiritual: Naskah akademik tentang pengelolaan
warisan budaya di Boyolali oleh PPID Boyolali (2023) menyatakan bahwa nilai
sosial atau spiritual adalah keterikatan emosional kelompok masyarakat tertentu
dengan spiritual, tradisional, politik, atau suatu peristiwa. Hal ini
menunjukkan bahwa masyarakat mungkin tidak memiliki pemahaman yang jelas
tentang nilai-nilai spiritual yang terkait dengan Umbul Kendat.
Singkatnya, kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat lokal terhadap
Umbul Kendat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti manfaat ekonomi yang
terbatas, pembangunan sosial dan ekonomi yang terbatas, eksploitasi sumber daya
alam, kurangnya dukungan pemerintah dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang tata cara mengelola
sumber pariwisata. Mengatasi
faktor-faktor ini mungkin memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaboratif
yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal,
lembaga pemerintah, dan aktor eksternal.
4.2 DAMPAK KURANGNYA KEPEDULIAN MASYARAKAT TERHADAP
UMBUL KENDAT TERHADAP PARIWISATA RELIGIUS DAN POTENSI EKONOMI DI DAERAH
BOYOLALI
Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul
Kendat dapat berdampak negatif terhadap wisata religi dan potensi ekonomi di
wilayah Boyolali. Berikut ini adalah beberapa kemungkinan dampaknya:
1.
Penurunan
wisata religi: Umbul Kendat adalah situs yang memiliki makna religius, dan
kurangnya pelestarian dan promosi dapat menyebabkan penurunan minat dari
wisatawan religius. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah pengunjung ke
daerah tersebut, yang dapat berdampak ekonomi negatif pada masyarakat setempat.
2.
Potensi
ekonomi yang terbatas: Kurangnya keterlibatan masyarakat dan dukungan
pemerintah terhadap Umbul Kendat dapat membatasi potensi ekonominya sebagai
tujuan wisata. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya peluang untuk pertumbuhan
ekonomi dan pembangunan di daerah Boyolali.
3.
Degradasi
lingkungan: Kurangnya kepedulian terhadap Umbul Kendat juga dapat menyebabkan
degradasi lingkungan di daerah tersebut. Hal ini dapat berdampak negatif
terhadap sumber daya alam dan keanekaragaman hayati daerah tersebut, yang pada
gilirannya dapat mempengaruhi potensi ekonomi daerah tersebut.
4. Dampak sosial dan budaya: Kurangnya pelestarian dan promosi Umbul Kendat juga dapat berdampak negatif terhadap sosial dan budaya masyarakat setempat. Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya warisan budaya dan identitas, yang dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan rasa kebersamaan masyarakat setempat.
Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat setempat terhadap Umbul Kendat sangat berdampak negatif pada wisata religi dan potensi ekonomi di daerah Boyolali. Dampak tersebut dapat berupa menurunnya wisata religi, terbatasnya potensi ekonomi, degradasi lingkungan, serta dampak sosial dan budaya.
4.3.
UPAYA
DAN SOLUSI YANG BISA DILAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN POTENSI UMBUL KENDAT
Untuk mengatasi faktor-faktor dan dampak yang
berkontribusi terhadap kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat lokal
terhadap Umbul Kendat, berikut
ini potensi yang dimiliki Umbul Kendat sebagai pariwisata religius :
1.
Potensi
pengembangan Umbul Kendat sebagai pariwisata religius dapat dikaji dengan
mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:
2.
Sejarah
dan keunikan Umbul Kendat sebagai situs peninggalan Kerajaan Pengging yang
memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat. Hal
ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengetahui lebih dalam
tentang sejarah dan budaya daerah.
3.
Keberadaan
makam-makam para wali dan sesepuh yang menjadi tempat ziarah bagi umat Islam.
Kegiatan ziarah ke makam-makam tersebut dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan
yang ingin memperdalam pengalaman keagamaannya.
4.
Potensi
Umbul Kendat sebagai tempat penyucian jiwa dan raga melalui ritual kungkum yang
dilakukan oleh masyarakat setempat. Ritual kungkum dapat menjadi daya tarik
bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman baru dan memperdalam pemahaman
tentang kebudayaan daerah.
5.
Pengembangan
fasilitas dan infrastruktur yang mendukung, seperti pengembangan akses jalan,
pengembangan fasilitas parkir, pengembangan fasilitas sanitasi, dan
pengembangan fasilitas pendukung lainnya. Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan
dan keamanan wisatawan yang berkunjung.
6.
Pengembangan
promosi dan pemasaran yang tepat sasaran, seperti promosi melalui media sosial,
promosi melalui pameran pariwisata, dan promosi melalui kerjasama dengan agen
perjalanan wisata. Hal ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan
meningkatkan perekonomian daerah.
Dengan
mempertimbangkan aspek-aspek tersebut, pengembangan Umbul Kendat sebagai
pariwisata religius dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat
setempat dan meningkatkan perekonomian daerah.
Sedangkan
untuk beberapa
kemungkinan strategi yang dapat diterapkan demi menyelamatkan potensi Umbul Kendat sebagai
berikut:
1.
Meningkatkan
manfaat ekonomi: Untuk meningkatkan manfaat ekonomi Umbul Kendat bagi
masyarakat setempat, upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan infrastruktur,
pemasaran, dan promosi situs. Ini dapat melibatkan kolaborasi antara masyarakat
setempat, lembaga pemerintah, dan aktor eksternal untuk mengembangkan praktik
pariwisata berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat.
2.
Memberdayakan
masyarakat lokal: Untuk mempromosikan pembangunan sosial dan ekonomi di
masyarakat setempat, upaya dapat dilakukan untuk melibatkan masyarakat dalam
proses pembangunan. Ini dapat melibatkan pemberian pelatihan dan pendidikan
kepada masyarakat tentang praktik pariwisata berkelanjutan, dan mendorong
partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
3.
Mempromosikan
konservasi lingkungan: Untuk mengatasi masalah eksploitasi sumber daya alam,
upaya dapat dilakukan untuk mempromosikan konservasi lingkungan dan praktik
pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Ini dapat melibatkan kolaborasi antara
masyarakat lokal, lembaga pemerintah, dan aktor eksternal untuk mengembangkan
kebijakan dan peraturan yang melindungi lingkungan dan mempromosikan penggunaan
sumber daya yang berkelanjutan.
4.
Meningkatkan
dukungan pemerintah: Untuk mengatasi masalah terbatasnya dukungan pemerintah,
dapat dilakukan upaya untuk meningkatkan pendanaan dan koordinasi antara
lembaga pemerintah dan masyarakat setempat. Ini bisa melibatkan upaya advokasi
dan lobi oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya
Umbul Kendat dan untuk mendapatkan dukungan pemerintah untuk pengembangan dan
pelestariannya.
Singkatnya, mengatasi faktor-faktor
yang berkontribusi terhadap kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat lokal
terhadap Umbul Kendat mungkin memerlukan pendekatan komprehensif dan
kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Strategi dapat
mencakup peningkatan manfaat ekonomi, memberdayakan masyarakat lokal,
mempromosikan konservasi lingkungan, dan meningkatkan
dukungan pemerintah.
Meski memiliki nilai sejarah yang dalam dan
memungkinkan untuk dikembangkan menjadi objek pariwisata religius, sayangnya
karena kekurangan dukungan dari pemerintah dan warga setempat Umbul Kendat
belum mampu untuk lebih dikenal masyarakat luas. Akan tetapi itu masalah
tersebut tentu bisa teratasi apabila masyarakat dan pemerintah bekerja sama
dalam pengembangan Umbul Kendat sepagai tempat Pariwisata religious yang dapat
menarik minat wisatawan.
Saran penulis adalah supaya Umbul Kendat bisa maju dan menjadi
pariwisata religius yang terkenal. Dengan mempertimbangkan factor-faktor dari
kurangnya kepedulian masyarakat terhadap Umbul Kendat dan solusi yang
memungkinkan, tentu bukan hal yang mustahil bagi Umbul Kendat bisa menjadi
tempat Ziarah Spiritual yang akan menarik wisatwan apabila dikelola dengan
sungguh-sungguh.
Mulyono, Andi.(2009).Umbul Kendat Situs Hindu di Boyolali
Yang Terlupkan.mahabharata-adiparwa.blogspot.com.(diambil pada /22/11/2023).
Ridha, Aulia
Ulfa.(2020).Identifikasi dan
Strategi Pengembangan Umbul Guyangan sebagai Objek Wisata di Desa Bendan
Kabupaten Boyolali.publikasiilmiah.ums.ac.id.(Diambil pada /22/11/2023).
Setyaningsih, Farida.(2020).Makna Ritual Kungkum Di Umbul
Nyai Kendat Plumbungan Kabupaten Boyolali Perspektif Agama Hindu.Sekolah
Tinggi Hindu Dharma.



Komentar
Posting Komentar