KEINDAHAN PESONA ALAM DANAU KELIMUTU ENDE DI NUSA TENGGARA TIMUR


KEINDAHAN PESONA ALAM DANAU KELIMUTU ENDE

DI NUSA TENGGARA TIMUR

 

ARTIKEL PENELITIAN

 

Diajukan Kepada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan

 Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia

                                               


Disusun Oleh :

ANTONIA SILVETRELI

NIT: 202312002

 

PROGRAM STUDI

MANAJEMEN LOGISTIK

AKADEMI PELAYARAN NASIONAL

SURAKARTA

2023

 

KATA PENGANTAR

 

Salam Sejahtera untuk kita semua.

     Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, penulis bisa menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul "KEINDAHAN PESONA ALAM DANAU KELIMUTU ENDE DI NUSA TENGGARA TIMUR".

Penulis atas nama Antonia Silvetreli dengan Nomor induk taruni 202312002, penulis dari kelas 1C dengan prodi Manajemen Logistk, Lahir pada tanggal 28 Februari 2005, penulis berasal dari Maumere, Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur. Penulis adalah seorang taruni tingkat satu di Akademi Pelayaran Nasional Surakarta, Dan berasal dari Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.

     Tentunya, tidak  bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Penulis, juga menyadari bahwa masi terdapat kekurangan baik dari penulis maupun tata bahasa, penyampaian dalam Karya ilmiah ini. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki karya ilmiah ini. Penulis berharap semoga karya ilmiah yang penulis susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca.

 

                                                                                           Surakarta,    Oktober 2023

 

Penulis               


 

                                                                         DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL.............................................................................................................................i

kATA PENGANTAR............................................................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................5

1.1  Latar Belakang................................................................................................................................5

1.2  Identifikasi Masalah......................................................................................................................5

1.3  Pembatas Masalah.........................................................................................................................6

1.4  Rumusan Masalah.........................................................................................................................6

1.5 Tujuan Penelitian............................................................................................................................6

1.6.Manfaat Penelitian........................................................................................................................ 7

BAB II LANDASAN TEORI..............................................................................................................7

2.1  Kajian Teori................................................................................................................................. 7

2.2 Penelitian Terdahulu.....................................................................................................................7

2.3 Kerangka Berpikir........................................................................................................................8

BAB III METODE PENELITIAN....................................................................................................9

3.1 Jenis Penelitian.............................................................................................................................9

3.2 Setting Penelitian..........................................................................................................................9

3.2.1 Lokasi Penelitian.......................................................................................................................9

3.2.2 Waktu Penelitian.......................................................................................................................9

3.3 Subjek Dan Informasi Penelitian...............................................................................................9

3.3.1 Informasi Penelitian.................................................................................................................9

3.3.2 Subjek Penelitian......................................................................................................................9

3.4 Teknik Pengumpulan Data........................................................................................................9

3.5 teknik Keabsahan Data.............................................................................................................10

3.6 Teknik Analisis Data..................................................................................................................10

Bab IV pembahasan................................................................................................................13

4.1 Sejarah Dari Danau Kelimutu.................................................................................................13

4.2 Upaya Pengembangan Kawasan Danau Kelimutu................................................................14

Bab V penutup...........................................................................................................................15

5.1 Kesimpulan...............................................................................................................................15

5.2 Saran.........................................................................................................................................15

Daftar pustaka.....................................................................................................................16

 

 

BAB l

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

                  Danau kelimutu pertama kali ditemukan oleh seorang komandan Militer Belanda  Bernama B Van Suchteren pada tahun 1915.Nama kelimutu sendiri dipercayai adalah gabungan dari kata " Keli " Yang memiliki arti gunung dan kata "Mutu " Yang berarti mendidih yang artinya gunung mendidih dengan warna air yang berbeda. Selain itu danau kelimutu juga mempunyai tiga danau kawah, yang memiliki nama berbeda, yaitu Tiwu Ata Polo, Tiwu Nua Muri Koo Fai, dan Tiwu Ata Mbupu.


1.2  Identifikasi Masalah

    1. Sistem pengelolaan pada destinasi danau kelimutu masih kurang.

    2 .Keterlibatan masyarakat masih kurang  dalam mengembangkan pariwisata danau kelimutu.

    3. Kurangnya kesadaran para pengunjung terhadap pencemaran lingkungan yang  dapat Mengganggu kehidupan yang ad di danau kelimutu.


1.3  Pembatasan Masalah

    1. Penulis akan menguraikan sejarah Danau Kelimutu

    2. Penulis akan menguraikan potensi 


 1.4  Rumusan Masalah

     1. Bagaimana sejarah dari danau kelimutu ?

     2. Bagaimana upaya pengembangan kawasan danau kelimutu sebagai wisata edukasi di Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur?

 

1.5  Tujuan Penelitian

    1. Untuk mengetahui sejarah dari danau kelimutu.

    2. Untuk mengetahui upaya pengembangan kawasan danau kelimutu sebagai wisata edukasi  Di kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur.

 

1.6 Manfaat Penelitian

  1. Pembaca :Meningkatkan pemahaman pembaca tentang wisata di danau kelimutu,serta menarik  perhatian pembaca untuk mengunjungi wisata alam di danau kelimutu. 
  2. Masyarakat : Agar masyarakat bisa menjaga kebersihan di tempat wisata danau kelimutu.
  3. Peneliti : Dapat menjadi sumber refrensi yang dapat membantu peneliti agar lebih dalam        Mengetahui tentang informasi dan pengetahuan baru.

 

BAB ll

LANDASAN TEORI

 

2.1  Kajian Teori

      Penulis dalam hal ini akan menjelaskan teori sejarah.

      Menurut B Van Suchteren  (1915) yang meneliti di kawasan Danau Kelimutu tentang perubahan warna air, seperti kandungan mineral dan tingkat oksidasi perubahan warna air di danau tiga warna yang mungkin memiliki makan mitologis.  Menurut Soemarwoto (1985)  Mendefinisikan pengelolaan lingkungan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi sebaik-baiknya.  Menurut undang- Undang nomor 9 tahun (1990) adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusaha objek dan daya tarik wisata serta usaha- usaha yang terkait di bidang tersebut. Menurut Yoeti (1997) ada tiga alasan mengapa pariwisata perlu dikembangkan, yang pertama bahwa pengembangan suatu daerah tujuan untuk wisata, baik lokal, regional, maupun nasional. Kedua lebih banyak bersifat non ekonomis. Ketiga Menghilangkan kepicikan berpikir dalam mengetahui pengertian pariwisata.

 

2.2 Penelitian Terdahulu

      Penelitian terdahulu yang peneliti temukan dari beberapa situs tentang pelestarian pariwisata adalah sebagai berikut: Beberapa penelitian telah dilakukan seperti

( Selfiyah Karimah : 2019 ) Yang meneliti tentang " Pengembangan wisata edukasi di danau kelimutu " . Dijelaskan bahwa pengertian SDM perlu ditingkatkan supaya potensi wisata semakin berkembang. ( Ichan :2015) yang meneliti tentang " Pengaruh objek wisata danau kelimutu dan tenun ikat terhadap kondisi ekonomi masyarakat kelimutu " . Dan menjelaskan bahwa pengaruh kondisi  ekonomi yang terjadi di tempat wisata belum ada kemajuan karena kepedulian masyarakat.Masih berkurang dan perlu ditingkatkan agar para pengunjung di tempat wisata lebih berkembang. Penelitian selanjutnya oleh  ( Batasar Taruna Djata :2012) yang meneliti tentang " Analisis kunjungan wisata danau kelimutu dan dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat".Dan menjelaskan kondisi yang terjadi terhadap ekonomi masyarakat perlu diperhatikan karena Dampaknya yang terjadi pada masyaraka sangat berkurang.Sejarah dan makan danau kelimutu adalah satu defenisi wisata alam yang sangat populer di Indonesia. Uniknya memiliki tiga danau kawah dengan warna yang berbeda- beda. Makna perubahan warna danau ini juga menjadi misteri.

 

2.3 kerangka Berpikir

Gambar 2.3 Diagram kerangka berpikir


BAB III
METODE PENELITIAN

 

3.1 Jenis Penelitian

      Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian kualitatif diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah. ( sebagai lawan eksperimen) dimana penelitian sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan triangulasi ( gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif. Bertujuan untuk memperoleh fakta, informasi, dan mendeskripsikan mengenai potensi objek wisata danau kelimutu. Menurut Sugiyono (2018:213) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat yang digunakan untuk meneliti pada kondisi ilmiah (eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen, teknik pengumpulan data dan di analisis yang bersifat kualitatif lebih menekan pada makna.


3.2 Setting Penelitian  

1. Lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di tempat wisata danau kelimutu, di kabupaten Ende, Nusa Tenggara   Timur.

2. Waktu Penelitian

 Waktu penelitian ini berlangsung pada tanggal 12 februari 2022.


3.3 Subjek Dan Informasi Penelitian

       Informasi penelitian ini akan menjelaskan lebih dalam tentang sejarah dan perkembangan pariwisata danau kelimutu, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Peneliti juga ingin mempromosikan keindahan pesona alam dan keunikan danau kelimutu sehingga semakin banyak pengunjung untuk menyaksikan keindahan di danau kelimutu. Yang menjadi subjek dalam hal ini adalah tempat wisata yang berada di nusa Tenggara Timur khususnya di kelimutu Ende.

 

3.4 Teknik Pengumpulan Data

     Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu :

• Data Primer

   Yaitu data yang bersumber atau yang diperoleh dari informasi berdasarkan hasil wawancara dan observasi seperti sejarah dari danau kelimutu dan upaya pelestarian wisata di kelimutu.

• Data Skunder

   Yaitu data yang diperoleh dari jurnal- jurnal serta beberapa referensi dari perpustakaan serta dokumen dan observasi yang diperoleh di lokasi penelitian.

 

3.5 Teknik Keabsahan Data

      Dalam penelitian pemeriksaan keabsahan data sangat diperlukan dalam penelitian kualitatif demi keaslian dan kendalan serta tingkat kepercayaan data yang telah terkumpul. Teknik keabsahan data adalah  dengan menggunakan teknik triangulasi. Hal ini merupakan salah satu pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data( Moleong, 2006:330).

      Dengan menggunakan teknik pemeriksaan triangulasi sumber, peneliti mengumpulkan data dengan cara dilakukan terhadap penjaga kawasan danau kelimutu, kabupaten Ende, Nusa Tenggara.

 

3.6 Teknik Analisis Data

     Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebih banyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan studi dokumentasi, data yang telah diperoleh akan dianalisis secara kualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif.

Analis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikan ke dalam satu pola, kategori, dan uraian dasar ( moleong, 2001:103).Prinsip pokok penelitian kualitatif adalah menemukan teori dan data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkah- langkah sperti yang dikemukakan oleh( Burhan bikin, 2003:70( sebagai berikut:

1. Reduksi Data

    Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yang pokok memfokuskan hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu ( sugiyono, 2010:338).Dalam penelitian memfokuskan pada pelaksanaan serta proses kunjungan wisatawan.

2. Penyajian Data

    Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah medisplaikan data. Data penelitian kualitatif kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk singkat, bagan,hubungan antar kategori, dan teks yang  bersifat naratif.

3. Penarik Kesimpulan

      Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada atau berupa gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang- remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini masih sebagai hipotesis, dan dapat menjadi teori jika didukung oleh data- data yang lain( sugiyono, 2010:345).Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian tentang kelestarian wisata danau kelimutu dan upayanya.


 BAB IV 

PEMBAHASAN

 

4.1 Sejarah Dari  Danau kelimutu

               Dikisahkan, pada jaman dahulu kala, di puncak gunung Kelimutu yang disebut Bhua Ria (hutan lebat yang selalu berawan),bermukim Konde Ratu bersama rakyatnya. Di kalangan rakyat kalah itu, terdapat dua tokoh yang sangat disegani, yaitu Ata polo situkang sihir jahat dan kejam yang suka memangsa manusia, dan Ata Bupu yang dihormati karena sifatnya yang berbelas kasih serta memiliki penangkal sihir Ata polo. Walaupun memiliki kekuatan gaib yang tinggi dan disegani masyarakat, keduanya berteman baik serta tunduk dan hormat kepada Konde Ratu. Ata Bupu dikenal sebagai petani yang memiliki ladang kecil di pinggir Bhua Ria, sedangkan Ata polo lebih suka berburu mangsa berupa manusia di seluruh jagat raya.pada masa itu, kehidupan di Bhua Ria berlangsung tenang dan tenteram, sampai kedatangan sepasang Ana Kalo (anak yatim piatu) yang meminta perlindungan Ata Bupu karena ditinggal kedua orang tuanya ke alam baka. Karena sifatnya yang berbelas kasih, permintaan kedua anak yatim piatu tersebut dikabulkan oleh Ata Bupu namun dengan satu syarat, yaitu mereka harus menuruti nasehatnya untuk tidak meninggalkan areal ladangnya agar tidakdijumpai dan dimangsa oleh Ata polo pada suatu hari, Ata polo datang menjenguk Ata Bupu diladangnya. Tetibanya di ladang Ata Bupu, Ata polo mencium bau menusuk (bau mangsa) dalam pondok Ata Bupu.

               Segera meleleh air liur Ata polo yang kemudian hendak mencari mangsanya didalam pondok tersebut.sifat jahat Ata polo tersebut diketahui oleh Ata Bupu yang segera menahan langkah Ata polo sambil menyarankan kepadanya untuk datang kembali kelak setelah anak- anak tersebut sudah dewasa, karena saat ini mereka masih anak-anak, lagi pula dagingnya tentu tidak sedap untuk disantap.saran ini diterima oleh Ata polo, yang kemudian pergi meninggalkan Ata Bupu yang sedang kebingungan memikirkan cara terbaik menyelamatkan dua anak manusia tadi.Ancaman Ata polo tadi begitu menakutkan bagi kedua anak manusia tersebut, sehingga ketika mereka mulai beranjak remaja atau menjadi Ko'o fai (gadis muda) dan Nua muri (pemuda),mereka memohon ijin pada Ata Bupu untuk mencari tempat persembunyian di gua%gua yang ada di luar ladang Ata Bupu.'ereka akhirnya berhasil menemukan sebuah gua yang terlindung tumbuhan rotan dan akar beringin.Ketika tiba saatnya, sesuai waktu yang telah disepakati, Ata polo mendatangi pondok Ata Bupu untuk menagih janji. $amunkarena ketika tiba di pondok Ata Bupu, dilihatnya kedua anak tersebut tidak berada di tempat, maka Ata polo pun marah dan menyerang Ata Bupu dengan ganasnya. 'Menanggapi serangan Atapolo yang tidak main- main, Ata Bupu segera membalas serangan itu dengan ilmu andalannya "magi puti" untuk menangkal "magi hitam"Ata polo. Pada awalnya perkelahian keduanya berjalan seimbang karena keduanya memiliki ilmu yang tinggi dan setingkat.Namun, lama kelamaan tenaga Ata Bupu yang sudah tuakian melemah, sementara gempuran semburan api Ata polo semakin gencar dan menjadi-jadi. Ata Bupu hanya bisa mengelak dengan gempa bumi. Akibatnya timbul gempa bumi dan kebakaran besar hingga kaki gunung Kelimutu. Ketika merasa tak mampu lagi menandingi kekuatan Ata polo, Ata Bupu memutuskan untuk raib ke perut bumi. Akibatnya Ata polo menjadi semakin murka dan menggila.Ketika mencim bau dua remaja yang tengah bersembunyi didalam gua, Ata polo pun bertambah bringas.

              Namun takdir akhirnya menentukan bahwa Ata polo harus tewas di telan bumi karena sepak terjangnya yang kelewatan. Kedua remaja yang tengah bersembunyi juga turut menjadi korban. Gua tempat persembunyian Ko'o fai dan nuwa muri runtuh akibat gempa dan menguburkan keduanya hidup-hidup.Beberapa saat setelah kejadian itu, ditempat Ata Bupu raib keperut bumi, timbul danau berwarna hijau. Di tempat Ata polo tewas ditelan bumi terbentuk danau yang warna airnya merah darah yang selalu bergolak. Sedangkan di tempat persembunyian Ko'o fai dan nuwa muri, terbentuk sebuah danau dengan warna air biru tenang.Ketiga danau berwarna tersebut, masing-masing oleh masyarakat setempat diberi nama sesuai dengan sejarah terbentuknya tadi, yaitu tiwu Ata polo (dipercayai sebagai danautempat berkumpulnya arwah-arwah para tukan tenung atau orang jahat yang meninggal), tiwu nuwa muri Ko'o fai (dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah muda mudi yang meninggal),dan tiwu Ata bupu (dipercayai sebagai danau tempat berkumpulnya arwah- arwah para tetua yang sudah meninggal).hingga kini, penduduk sekitar gunung Kelimutu percaya bahwa mereka dapat melakukan kontak dengan arwah orang tua atau leluhur mereka dengan memanggil nama orang tua atau leluhurnya sebanyak tiga kali di depan tiwu Ata bupu.menurut kepercayaan, setelah pemanggilan dilakukan,biasanya arwah orang tuanya atau leluhur akan datang dan memberikan petunjuk melalui mimpi. Kontak dengan orang tua leluhur tersebut biasa dilakukan untuk mendapatkan petunjuk apabila terjadi musibah, seperti kehilangan barang atau ternak.Demikian sekilas kisah sejarah terbentuknya danau Kelimutu yang diwariskan secara turun temurun dari satu ke generasi lainnya.

 

4.2 Upaya Pengembangan Kawasan Danau Kelimutu

        Upaya pengembangan dianalisis dengan adanya kerjasama antar pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi hambatan pengembangan yang terjadi d kawasan danau kelimutu. Maka dari itu pemerintah ingin meningkatkan kembali pengelolaan sumber daya manusia ( SDM) sehingga bisa berkembang sesuai dengan target yang telah ditetapkanditetapkan dan pengujung juga merasa puas atas layanan di kawasan wisata danau kelimutu, tepatnya di desa pemo, kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

 

BAB V 

PENUTUP

 

5.1 Kesimpulan

       Berdasarkan pembahasan masalah di atas bisa disimpulkan bahwa taman Nasional danau kelimutu memiliki potensi wisata yang sangat besar sejarah serta  keajaiban alam yang mengagumkan tradisi budaya di kelimutu sebagai pilihan wisata bagi wisatawan. Danau kelimutu sangat menawarkan suasana yang tenang dan rileks untuk para pengunjung yang berkunjung ke kawasan danau kelimutu.

 

5.2  Saran

   1. Saran bagi pengelolaan kawasan di danau kelimutu

        Kepada pihak pengelolaan kawasan danau kelimutu agar lebih mendukung potensi yang dimiliki oleh danau kelimutu sebagai destinasi wisata bagi wisatawan Indonesia sehingga potensi wisata yang ada di danau kelimutu dapat ditingkatkan dengan fasilitas yang menunjang kenyamanan serta kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang danau kelimutu.

 

   2. Saran bagi Masyarakat

        Diharapkan agar masyarakat secara khusus masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan danau kelimutu agar terus menjaga tradisi dan budaya  leluhur sebagai tradisi suatu nilai budaya yang patut dijaga kelestariannya. Semoga dengan adanya perancangan, promosi wisata ini dapat meningkatkan para pengunjung yang datang berkunjung  ke danau kelimutu untuk melihat keindahan dan keunikan yang ada di danau kelimutu.

 

                                                                   DAFTAR PUSTAKA

 

B Van Suchteren (1915) https:// ejournal.unikama.ac.id

Soemarwoto (1985) pengelolaan lingkungan https:// dewey.Petra.ac.id  

 Yoeti (1997)  pengembangan pariwisata program studi pendidikan Geografi Universitas Negeri yogyakarta https:// repository.uny.ac.id

Pariwisata  sosial ekonomi https:// www.goodnewsformin.indonesia  

Selfiyah karimah 2019 pengembangan wisata edukasi di danau Kelimutu https:// repository.Maranatha.edu

Icah  2015  pengaruh obejek wisata program studi pendidikan sosiologi universitas PGRI kanjuruha Malang https:// regional.kompas.com

Batasar taruna Djata 2012 Analisis kunjungan wisata danau Kelimutu dan dampaknyahttps:// kumparan.com

https://digilibadmin.unismuh.ac.id

       

Penulis :

Nama : ANTONIA SILVETRELI

NIT : 202312002

Program studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023 

Akademi Pelayaran Nasional Surakarta


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KEUNIKAN DAN KEARIFAN DANAU SENTANI DI JAYAPURA

KEUNIKAN PULAU KOMODO DI LABUAN BAJO NUSA TENGGARA TIMUR

KEUNIKAN TENUN RAGI WO’I KHAS NAGEKEO DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR

TARIAN INDAH KABUPATEN SIKKA, MAUMERE, NTT