RATUSAN KERA DI TELAGA MADIRDA NGARGOYOSO,KARANGANYAR
RATUSAN KERA DI TELAGA MADIRDA NGARGOYOSO,KARANGANYAR
ARTIKEL PENELITIAN
Diajukan Kepada Akademi Pelayaran Nasional Surakarta Untuk Memenuhi Sebagian
Persyaratan Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Disusun Oleh :
CHERIEL ANJA ALLO PAMUNGKAS
NIT : 202312006
MANAJEMEN LOGISTIK
AKADEMI PELAYARAN NASIONAL
SURAKARTA
2023
KATA PENGANTAR
Salam sejahtera untuk kita semua
Puji dan syukur atas Tuhan Yang Maha Esa telah melimpahkan berkat dan rahmat sehingga penulis dapat menyelesaikan tulisan berjudul”RATUSAN KERA DI TELAGA MADIRDA, NGARGOYOSO,KARANGANYAR.
Penulis
atas nama Cheriel Anja Allo Pamungkas
dengan nomor induk taruna 202312006, penulis dari 1C dengan prodi Manajemen Logistik,lahir pada tanggal Pangkalpinang,30 Juni 2005. Penulis adalah taruna satu di Akademi Pelayaran Nasional
Surakarta,dan berasal dari Sambirejo,Tuban,Gondangrejo,Karanganyar,Jawa Tengah
Sesuai dengan judul ,penulis ingin
memperkenalkan Telaga Madirda kepada pembaca serta ingin mempermosikan tentang
ke indahanTelaga Madirda dan Asal-usul tentang Telaga Madirdayang mempunyai
kisah pada zaman dulu yang penuh kisah yang bersejarah,dan tidak lupa
denganratusan kera yang menambah keindahan Telaga Madirda. Penulis berharap
semoga dengan membaca makalah ini pembaca bisa mengenal tentang keindahan
Telaga Madirda.Teman-teman bisa mencari tentang Telaga Madirda di Youtube atau
mungkin lebih baik teman-teman mengunjungi secara lamsung di
Ngargoyoso,Karanganyar .Jika pembaca inginberkunjung penulis bisa menunjukkan
jalan menuju lokasi Telaga Madirda.
Akhir kata,mohon maaf jika ada kata
yang kurang berkenan,penulis siap menerima kritikan dansaran sebagai motivasi
untuk penulis kedepannya.”Kalau kamu merasa kurang tahu, pergilah traveling
maka kamu akan hal baru yang belum kamu tahu”.Maka saya mengajak teman-teman
untuk mengenal dan mengunjungi keindahan alam Telaga Madirda di Ngargoyoso
Karanganyar.
Kartasuro , Oktober 2023
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………………..I
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………II
DAFTAR ISI…………………………………………..………………………………...………III
BAB I PENDAHULUAN…………………………….……………………………………….…..1
1.1 Latar Belakang……………………………….………………………………………………..1
1.2 Identifikasi Masalah……………………………….…………………………………………..1
1.3 Pembatasan Masalah…………………………….…………………………………………….1
1.4 Rumusan Masalah …………………………….………………………………………………2
1.5 Tujuan Penelitian…………………………….………………………………………………..2
1.6 Manfaat Penelitian……………………………………………………………….……………2
BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………………………………….3
2.1 Kajian Teori………………………………………….……………………………………….3
2.2 Penelitian Terdahulu…………………………………………………………………………..3
2.3 Karangka Penelitian……………………………………..…………………………………….3
BAB III METODE PENELITIAN …………………………….…………………………………4
3.1 Jenis Penelitian………………………………………………………………………………...4
3.2 Setting Penelitian……………………………………………………………………………...4
3.3 Subjek Dan Informasi Penelitian…………………………………………………….………..4
3.4 Tehnik Pengumpulan Data…………………………………………….………………………4
3.5 Tehnik Keabsahan Data……………………………………………………………………….5
3.6 Tehnik Analisis Data………………………………………………………………………….5
BAB IV PEMBAHASAN………………………………………………………………………..6
4.1 Sejarah dari Telaga
Madirda……………….………………………………………………..6
4.2 Upaya pengembangan Kawasan Telaga Madirda……………………………...……………..6
BAB V PENUTUP……………………………………………………………………………….7
5.1 Kesimpulan………………………………………………………………………....………..7
5.2 Saran………………………………………………………………………………………….7
DAFTAR PUSAKA…………………………………………………………………….………..8
BAB I
PENDAHULUAN
1 .1 Latar Belakang Masalah
Penulis ingin memperkenalkan
objek wisata Telaga Masirda, Telaga Masirda merupakan danau kecil yang air nya
bersumber dari mata air di lereng gunung lawu.Telaga tersebut tumpukan
kehidupan warga karena air nya yang tidak pernah surut meski musim kemarau dan
tidak pernah penuh si saat musim penghujan . Desa Berjo,Ngargoyoso,Kabupaten
Karanganyar,Lokasi telaga madirda di dusun telaga ,dari kota Solo membutuhkan
waktu sekitar 45 menit hingga satu jam untuk menuju ke Telaga tersebut,dan
telaga madirda juga di penuhi oleh ratusan kera yang bergelantung di setiap
pohon-pohon yang berada di sekitar madirda ,dan nama Telaga Madirda diambil
dari kata Sugriwa ,Subali ,dan Anjani.Madirda adalah tempat yang
mamabukan,Telaga ini disebabkan Cupu Manik Astagina yang jatuh diperebutkan
antara Sugriwa,Subali,Dan Anjani.Mereka adalah tokoh dalam cerita rakyat Telaga
Madirda ,Telaga madirda berada di ketinggian kurang lebih 1.050 meter dari
permukaan laut (mpld) .Telaga Madirda memiliki pesona alam yang unik,yaitu
berbentuk seperti lingkaran tapi tidak beraturan ,keunikan lainnya yaitu airnya
yang tidak pernah surut,Telaga Madirda mempunyai pesona alam yang indah dan
mempunyai cerita rakyat yang bersejarah .
1. 2 Identifikasi
Masalah
a.
Kurangnya
perhatian terhadap flora dan fauna di sekitar Telaga Madirda
b.
Cuaca
yang tidak menentu seperti curah hujan yang tinggi dapat menghambat
pengunjung yang berwisata, dan
kurangnya Sumber Daya manusia yang banyak tidak paham tentang bidang pariwisata serta akses jalan yang
belum bisa dilalui bis besar
c.
Kurang
paham nya pada masyarakat tentang cerita Telaga Madirda
1. 3 Pembatasan Masalah
1. Sejarah tentang Telaga Masirda Ngargoyoso,Karanganya
2. Penulis akan menjelaskan tentang sejarah singkat dari Telaga Madirda. Dimana Telaga Madirda merupakan salah satu tempat wisata yang terdapat di Ngargoyoso, Karanganyar. Telaga Madirda memiliki sejarah yang menarik dan penulis akan menjabarkannya dalam Karya Ilmiah ini.
3. Wisata Telaga Madirda Ngargoyoso,Karanganyar belum banyak dikenali oleh masyarakat sekitar tentang sejarah dan cara melestarikan Tekaga tersebut.
1.4 Rumusan Masalah
a. Bagaimana sejarah dari Telaga Madirda?
b.
Bagaimana
upaya pengembangan kawasan Telaga Madirda sebagai wisata edukasi di Kabupaten
Karangnayar
1. 5 Tujuan
Penelitian
a. Untuk mengetahui sejarah dari Telaga Madirda
b.
Untuk
mengetahui upaya pengembangan dari Telaga Madirda
1. 6 Manfaat Penelitian
a.
Pembaca
: Meningkatkan pemahaman pembaca tentang wisata Telaga Madirda serta menarik
perhatian pembaca untuk mengunjungi wisata alam di Telaga Madirda.
b.
Masyarakat
: Agar masyarakat bisa menjaga kebersihan di tempat wisata Telaga Madirda.
c.
Peneliti.
: Dapat menjadi sumber referensi yang dapat membantu peneliti agar lebih dalam mengetahui tentang informasi dan pengetahuan baru.
BAB II
LANDASAN TEORI
2 . 1 Kajian Teori
Maka
peneliti akan meneliti beberapa kajian teori tentang upaya pelestarian seni
budaya, berikut adalah beberapa teori yang peneliti temukan yaitu,
Yang pertama, Menurut
(Pendit,2012) Mengatakan bahwa pariwisata adalah segala sesuatu yang
berhubungan dengan wisata,sedangkan wisata adalah kegiatan perjalanan atau
sebagian dari kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela serta bersifat
sementara,terutama sebagai penggerak kegiatan perekonomian melalui
kontribusinya terhadap pendapat devisa negara,PAD,peningkatan
investasi,kesempatan berusaha dan penyerap tenaga kerja.
Selain dari peneliti pendit,2012 adapun Menurut
(Serang,2018) Dalam hal ini pemerintah terus berusaha melakukan upaya-upaya
pengelolaan dan perkembangan untuk meningkatkan potensi wisata di berbagai
daerah.
2. 2 Penelitian
Terdahulu
Penelitian
terdahulu yang peneliti temukan dari beberapa jurnal tentang Telaga Madirda
adalah sebagai berikut:
Peneliti dahulu
meneliti hasil penelitian di Telaga Madirda Karanganyar yang di antara lain
yaitu (HERLINA,:2022) meneliti tentang pengolahan objek wisata Telaga madirda
di Ngargoyoso,Karanganyar,Hasil penelitian yaitu: Mendiskripsikan pengolahan
dan faktor pendukung serta faktor penghambat pengelolaan objek wisata Telaga
Madirda.
Ada
juga peneliti kedua yaitu, (Lupita,:2022) meneliti tentang Strategi pengembangan
objek wisata Telaga Madirda di Kabupaten Karanganyar,Hasil penelitian yaitu
tentang bagaimana pengembangan objek wisata yang berada di Telaga Madirda.
Peneliti ketiga
yaitu, (Muchrom,:2011) meneliti tentang
Cerita rakyat Telaga Madirda yang berada di Ngargoyoso,Karanganyar,Yang hasil
penelitian tersebut menghasilkan bagaimana cara masyarakat sekitar bisa
melestarikan cerita-cerita tersebut dan mengetahui asal-usul Telaga Madirda.
2 . 3 Kerangka Penelitian
![]() |
| Diagram 2.3 Kerangka Berpikir Penulis |
BAB III
METODE PENELITIAN
3 . 1 Jenis Penelitian
Dalam penulisan artikel
penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian dengan metode penelitian
kualitatif.metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan
untuk meneliti sebuah objek yang alamiah serta pengumpulan data tidak dipandu
oleh teori tetapi dipandu oleh fakta-fakta yang ditemukan pada saat penelitian
di lapangan,Oleh karena itu analisis data yang dilakukan bersifat induktif
sebab berdasarkan pada fakta yang telah ditemukan.
2. 2. Setting Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Desa
Berjo,Kecamatan Ngargoyoso,Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.Dipilihnya lokasi
ini disebabkan tempat tersebut yang dijadikan karena sebagai desa yang diajukan
untuk dijadikan sebagai desa wisata.
b. 2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian
dilaksanakan pada 20 Mei 2023.Penelitian dilakukan penulis setelah mendapatkan
persetujuan judul dan artikel penelitian.
2. 3 Subjek dan Informasi Penelitian
a. 1. Subjek Penelitian
Subjek
yang dimaksud oleh penulis dalam artikel penelitian ini yakni konsep yang
dipilih oleh pengelola desa wisata yaitu Telaga Madirda
b. 2. Informasi
Penelitian
Penulis
akan memberikan informasi dalam penelitian ini tentang pengembangan desa wisata
di Desa Bolon pengelolaan sumber daya alam,peran BUMDES sebagai pengelola utama
serta penulis akan mempromosikan desa wisata di Desa Bolon yang tergolong masih
baru agar banyak pengunjung atau wisatawan uang ingin berkunjung ke Desa
tersebut.
3 . 4 Tehnik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan dua jenis
pengumpulan data dalam penelitian yaitu:
a. 1. Data Primer
Yaitu data yang diperoleh oleh peneliti secara lamsung
seperti melakukan wawancara dengan pihak
yang terkait atau dapat dilakukan secara observasi.
b. 2. Data Skunder
Data skunder
merupakan sebuah data yang diperoleh oleh peneliti dari sumber yang sudah ada
misalnya seperti buku referensi atau jurnal-jurnal yang sudah ada sebelumnya.
3 . 5. Tehnik Keabsahan Data
Dalam penulisan makalah atau
artikel penelitian diperlakukan keabsahan data karena digunakan untuk
membuktikan penulis benar-benar melakukan penelitian secara ilmiah guna menguji
ke beneran data yang diperoleh penulis.Penulis makalah ini memilih menggunakan
tehnik triangulasi sumber,data,dan waktu.Yang dimaksud dengan tehnik tersebut
adalah cara mengecek data yang telah penulis peroleh dari berbagai sumber
kemudian dianalisis sendiri oleh penulis sehingga menghasilkan kesimpulan.
3 . 6. Tehnik Analisis Data
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dengan lebihbanyak bersifat uraian dari hasil wawancara dan studidokumentasi, data yang telah diperoleh akan dianalisis secarakualitatif serta diuraikan dalam bentuk deskriptif. Analisisdata adalah proses mengatur urutan data,mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori danuraian dasar (Moleong, 2001:103). Prinsip pokok penelitiankualitatif adalah menemukan teori dari data.Teknik analisadata yang digunakan dalam penelitian ini adalahmenggunakan langkah-langkah seperti yang dikemukakanoleh (Burhan Bugin, 2003:70) sebagai berikut:
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah merangkum, memilih hal-hal yangpokok memfokuskan hal-hal yang penting, dicari tema danpolanya dan membuang yang tidak perlu(Sugiyono,2010:338).Dalam penelitian ini penelitimemfokuskan pada pelaksanaan serta
proses melestarikan daerah dan mengenal sejarah
Telaga Madirda.
2. Penyajian Data
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalahmendisplaikan data. Data penelitian kualitatif penyajiandata bisa dilakukan dalam bentuk singkat, bagan, hubunganantar kategori, dan dengan teks yang bersifat naratif.Dengan mendisplaikan data akan memudahkan untukmemahami apa yang terjadi dan merencanakan kerjaselanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut(Sugiyono,2010:338). Dalam tahap ini, peneliti menyajikandata dalam bentuk teks naratif agar mudah dipahami.
3.Penarikan Kesimpulan Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yangdiharapkan adalah temuan baru yang sebelumya belumpernah ada atau berupa gambaran suatu objek yangsebelumya masih remang-remang atau gelap sehinggasetelah diteliti menjadi jelas. Kesimpulan ini masih sebagaihipotesis, dan dapat menjadi teori jika didukung oleh data-data yang lain (Sugiyono, 2010:345).
Dalam penelitian inipeneliti memfokuskan penelitian tentang Pelestarian dan kebudayaan Telaga Madirda.
BAB IV
PEMBAHASAN
4 . 1 Sejarah Dari Telaga
Madirda
Telaga Madirda menjadi salah satu objek wisata alam
andalan di Kabupaten Karanganyar selain Air Terjun Grojogan Sewu, Air Terjun
Jumog, dan destinasi lainnya. Di balik keindahannya, Telaga Madirda menyimpan
cerita rakyat yang bikin penasaran. Telaga Madirda adalah sebuah telaga alami yang terletak di kaki Gunung Lawu
tepatnya di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Telaga ini berada di ketinggian
kurang lebih 1.050 meter dari permukaan laut (mdpl).Telaga Madirda memiliki
pesona alam yang unik, yaitu berbentuk seperti lingkaran tapi tidak beraturan.
Keunikan lainnya yaitu airnya yang tidak pernah surut.Mengutip dari skripsi berjudul Cerita Rakyar
Telaga Madirda Di Dusun Tlogo Desa Bejo Kecamatan Ngargoyoso Karanganyar
(Sebuah Tinjauan Folklor) yang ditulis oleh mahasiswa UNS Solo, Mucharom, Telaga Madirda sudah
ada sejak dari ribuan tahun yang lalu. Nama Telaga Madirda diambil dari cerita
tentang Sugriwa, Subali, dan Anjani.
Madirda artinya tempat yang memabukkan. Telaga ini
disebabkan Cupu Manik Astagina yang jatuh diperebutkan antara Sugriwa, Subali,
dan Anjani. Mereka adalah tokoh dalam cerita rakyat Telaga Madirda.Pada Suatu
hari Sugriwa dan Subali melihat kakaknya yang bernama Dewi Anjani bermain
dengan suatu benda ajaib yang disebut dengan Cupu. Dengan cupu itu, ia dapat
melihat keindahan jagad raya.Sugriwa dan Subali ingin memiliki cupu seperti
yang dimiliki kakaknya tersebut. mereka berdua merasa iri kepada ayahnya yang
bernama Resi Gotama, karena hanya Dewi Anjani yang diberi cupu.Resi Gotama memanggil Dewi Anjani karena tidak merasa
memberi apa pun kepada Dewi Anjani. Ternyata cupu yang dimainkan Dewi Anjani
itu adalah Cupu Manik Astagina yang hanya dimiliki Dewa Matahari yang bernama
Bathara Surya.Resi Gotama menemui
istrinya yang bernama Dewi Windardi untuk menanyakan perihal cupu tersebut.
Dewi Windardi hanya diam, dan Resi Gotama tahu bahwa istinya telah berselingkuh
dengan Dewa Matahari.
Dewi Windardi hanya dapat menangis dan menyesal tetapi karena marahnya Resi
Gotam mengutuknya menjadi batu.Cupu yang menjadi rebutan tadi akhirnya dibuang
oleh Resi Gotama, cupu itu terbuang jauh dan terpisah antara badan cupu dan
tutupnya. Tutup Cupu jatuh sehingga menjadi Telaga Madirda.Cerita Rakyat Telaga
Madirda memiliki beberapa versi. Namun secara umum cerita rakyat tersebut
hampir sama. Cerit rakyat ini yang dipercaya oleh masyarakat Desa Berjo. Mereka
menganggap cerita tersebut dapat menjadi nilai-nilai budaya yang pantas
dihormati dan dipegang teguh untuk generasi meraka sebelumnya hingga sekarang
dan selanjutya.
4 .
2. Upaya Pengembangan Kawasan Telaga
Madirda
Upaya pengembangan dianalisis dengan adanya kerjasama
antar pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi hambatan pengembangan yang
terjadi d kawasan Telaga
Madirda. Maka dari itu
pemerintah ingin meningkatkan kembali pengelolaan sumber daya manusia ( SDM)
sehingga bisa berkembang sesuai dengan target yang telah ditetapkanditetapkan
dan pengujung juga merasa puas atas layanan di kawasan wisata Telaga Masirda Desa
Bolon,Ngargoyoso,Karanganyar.
BAB V
PENUTUP
5 . 1
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
masalah di atas bisa disimpulkan bahwa Telaga Madirda memiliki potensi wisata yang sangat besar
sejarah serta keindahan
alam yang mengagumkan tradisi budaya
di Karangnayar sebagai pilihan wisata bagi wisatawan.Telaga Madirda sangat menawarkan suasana yang tenang dan rileks untuk
para pengunjung yang berkunjung ke kawasan Telaga Madirda.
5 . 2. Saran
1. Saran bagi pengelola kawasan Telaga
Madirda
Kepada pihak pengelolaan kawasan Telaga Masirda agar lebih mendukung potensi yang dimiliki oleh Telaga Madirda sebagai destinasi wisata bagi wisatawan Indonesia
sehingga potensi wisata yang ada di Telaga Madirda dapat
ditingkatkan dengan fasilitas yang menunjang kenyamanan serta kemudahan untuk
mendapatkan informasi tentang Telaga Madirda.
2. Saran Bagi Masyarakat
Diharapkan agar masyarakat secara khusus masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Telaga Masirda agar terus menjaga tradisi dan budaya leluhur sebagai tradisi suatu nilai budaya yang patut dijaga kelestariannya.Semoga dengan adanya perancangan, promosi wisata ini dapat meningkatkan para pengunjung yang datang berkunjung Telaga madirda untuk melihat keindahan dan keunikan yang ada di Telaga madirda.
DAFTAR PUSAKA
Hajaroh,
M. (2010). Paradigma, Pendekatan dan
Metode Penelitian.
Fenomenologi.
Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Hartati,
M. (2017). Pengawasan Pada Objek Wisata
Danau Raja Di Kecamatan
Rengat Kabupaten
Indragiri Hulu Provinsi Riau. Jom Fisip, 4(1), 1–14.
Parwati,
N. K. E., & Suprapta, I. N. (2017).
Manajemen Pengelolaan Pariwisata
Di Objek Wisata Air
Terjun . Desa Gitgit Kecamatan Sukasada
Kabupaten
Buleleng. 8(1), 79–92.
Pendit,
N. (2012). Ilmu Pariwisata. PT. Pradnya Paramita.
Rostika,
R. (2018). Pengelolaan Objek Wisata Situ
Hiang Oleh Pemerintah Desa
Sadewata Kecamatan
Lumbung Kabupaten Ciamis. Jurnal Ilmiah Ilmu
Administrasi
Negara, 5.
Serang,
R. P., Singkoh, F., & Kairupan, J. (2018).
Pengelolaan Objek Wisata
Pantai Baliranggeng Oleh
Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Siau
Tagulandang Biaro.
Eksekutif, 1, 1–9.
Setiawati,
R., & Bethari, M. D. (2021). Perencanaan
Pengembangan Objek Wisata
di Istana dalam Loka
Kabupaten Sumbawa. Jurnal Sosial Humaniora
Terapan,
3(2), 47–61.
Sugiyono.
(2013). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta.
Syahrin,
M. N. A., & Kurniati, P. S. (2020). Analisis
Faktor Pendukung dan
Penghambat Pengelolaan
Atraksi Wisata Air Mancur Sri Baduga.
Journal
of Tourism and Economic, 3(1), 23–30.
Terry,
G. R., & Rue, L. W. (2014). Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta : Bumi
Aksara.
Undang-Undang
Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 Tentang
Kepariwisataan.
Undang-Undang
RI Nomor 32 pasal 1 tahun 2009 tentang perlindungan dan
pengelolaan
lingkungan hidup.
Nama : CHERIEL ANJA ALLO PAMUNGKAS
NIT : 202312008
Program studi : Manajemen Logistik Angkatan 2023
Akademi Pelayaran Nasional Surakarta


Komentar
Posting Komentar